Daerah

Yoas Beon Klarifikasi Isu Dana Desa: Tak Ada Bantuan Pribadi, Semua Sesuai Mekanisme

NDUGA – Plt Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP, angkat bicara menanggapi tuduhan dari salah satu anggota DPRK Nduga terkait pengelolaan dana desa. Tuduhan tersebut mencuat setelah Beon melakukan kunjungan kerja ke Distrik Embetpem dan menyalurkan dana sebesar Rp 4 miliar untuk mendukung pembangunan kampung.

Dalam video yang beredar, anggota DPRK menuding bahwa dana desa disalurkan sebagai “bantuan pribadi” dari Bupati. Menanggapi hal itu, Yoas Beon menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti kuat.

“Saya tidak pernah menyatakan bahwa dana itu adalah bantuan dari saya pribadi. Pencairan dilakukan sesuai mekanisme, melibatkan BPMK dan pihak bank. Kami laksanakan di distrik agar masyarakat bisa menyaksikan langsung,” tegas Beon.

Klarifikasi dan Transparansi

Beon menyebut bahwa selama 16 tahun terakhir, pengelolaan dana desa di Nduga tidak didampingi secara optimal oleh pemerintah daerah. Akibatnya, dana sebesar Rp 250–300 miliar per tahun tidak memiliki pertanggungjawaban yang jelas.

Ia juga menyoroti persoalan transportasi yang selama ini menjadi alasan pencairan dana dilakukan di ibu kota kabupaten, tanpa pengawasan masyarakat. Hal ini, menurutnya, membuka celah penyalahgunaan.

“Kami ingin mengubah itu. Dana desa harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami turun ke kampung dengan biaya operasional sendiri, bukan membawa dana desa secara pribadi,” ujarnya.

Tudingan Tanpa Bukti

Beon menyayangkan tudingan anggota DPRK yang dinilainya sebagai fitnah. Ia meminta agar setiap pernyataan publik disertai bukti, bukan sekadar opini yang diviralkan.

“Kalau ada pemotongan, pengurangan, atau pelanggaran juknis, tunjukkan buktinya. Jangan hanya curiga-curiga,” katanya.

Komitmen Pemerintah Daerah

Pemda Nduga berkomitmen untuk terus menyalurkan dana desa secara terbuka dan langsung ke kampung-kampung. Beon juga mengakui pernah melakukan pengaturan pembagian dana untuk gereja agar distribusinya lebih merata.

“Dana desa yang dikelola dengan baik bisa membawa perubahan besar. Kesehatan, pendidikan, pembangunan, dan ekonomi kampung akan maju,” tutupnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif

WAMENA — Seorang penjual bakso berinisial KA (34) menjadi korban penikaman di Jalan Karujaya, Wamena,…

2 jam ago

Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga

WAMENA — Kepolisian Sektor (Polsek) Asologaima melaksanakan patroli dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat…

2 jam ago

Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya

JAKARTA, 30 September 2026 – Keindahan dan kekayaan budaya Papua Pegunungan kembali mendapat ruang untuk…

2 jam ago

Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional

Jakarta, 30 September 2026 — Beragam karya kreatif masyarakat Tolikara tampil dalam Pameran Kriyanusa 2026…

2 jam ago

Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan

Mimika – Komitmen memperkuat kehadiran dan pelayanan Kepolisian Negara Republik Indonesia di tengah masyarakat terus…

3 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat

PUNCAK JAYA – Lapangan Apel Mako Polres Puncak Jaya menjadi saksi penguatan kembali komitmen jajaran…

13 jam ago