Wakil Gubernur Papua Pegunungan: Konflik Hanya Bawa Penderitaan, Saatnya Berdamai

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 8 Mei 2026 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk menghentikan konflik antar suku yang beberapa waktu terakhir kembali terjadi di Wamena dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Ones Pahabol kepada awak media usai menghadiri acara peresmian Community Gateway Stasiun Bumi Satelit (SBS) Telkomsat di Wamena, Jumat (8/5/2026).

Dalam keterangannya, Ones menegaskan bahwa pemerintah hadir dan bekerja berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan iman kepada Tuhan demi menciptakan kedamaian di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

“Pemerintah tidak berjalan sendiri, tetapi di bawah kuasa Tuhan. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk mengedepankan hukum Tuhan, persaudaraan, dan perdamaian dibandingkan konflik yang merugikan semua pihak,” ujar Ones.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama tokoh gereja, tokoh adat, tokoh intelektual, dan seluruh elemen masyarakat selama ini terus berupaya meredam konflik dan memberikan imbauan damai kepada masyarakat di berbagai kesempatan.

Namun demikian, konflik yang kembali terjadi dinilai telah membawa dampak besar bagi masyarakat, termasuk insiden putusnya jembatan yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan menjadi korban.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kami turut berdukacita atas musibah yang terjadi. Setiap nyawa sangat berharga. Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua bahwa konflik hanya membawa kerugian dan penderitaan,” katanya.

Menurut Ones, perang suku tidak boleh lagi terjadi di Papua Pegunungan karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain menimbulkan korban jiwa, konflik juga menghambat aktivitas pendidikan, pemerintahan, ekonomi, serta pelayanan masyarakat.
“Kalau konflik terjadi, sekolah berhenti, kantor tidak berjalan, toko dan kios tutup, jalan dipalang. Ini kerugian besar bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama para bupati, wakil bupati, tokoh gereja, dan tokoh adat akan terus membangun komunikasi serta memperkuat langkah-langkah perdamaian di seluruh wilayah Papua Pegunungan.

Ones juga mengajak seluruh masyarakat untuk menolak segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat memicu konflik antar kelompok maupun antar suku.

“Kita harus hidup berdampingan, menjaga persatuan, membangun daerah ini bersama-sama, dan memastikan anak-anak Papua Pegunungan dapat tumbuh dalam suasana damai untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Wakil Gubernur berharap seluruh masyarakat Papua Pegunungan dapat terus menjaga persatuan dan kedamaian demi mendukung pembangunan daerah serta menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan penuh sukacita bagi generasi mendatang.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Bupati Nduga Siapkan Generasi Dokter Spesialis Asli Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan RS Universitas Hasanuddin dan UGM
Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas
Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri
Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya
Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan
Polres Intan Jaya Awasi Ketat Distribusi Beras Bulog dan Minyak Kita ke Sugapa
Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polda Papua Bergerak Cepat Amankan Situasi
Plt Kapolres Puncak Jaya Bersama TNI Gelar Patroli Dialogis Jalan Kaki di Distrik Mulia

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:16 WIT

Bupati Nduga Siapkan Generasi Dokter Spesialis Asli Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan RS Universitas Hasanuddin dan UGM

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:42 WIT

Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:55 WIT

Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:08 WIT

Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:09 WIT

Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan

Berita Terbaru