Wagub Papua Pegunungan Serukan Perdamaian di Tengah Konflik Suku di Wamena

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 28 Juli 2029 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (28/7). Dalam arahannya, Pahabol menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya terkait konflik antar suku yang terjadi di Wamena.

“Perang suku yang terjadi bukan melibatkan seluruh suku di Lembah Baliem, tetapi antara Suku Lanny dan Suku Wamena (Minimo),” tegas Pahabol di hadapan para ASN dan pejabat daerah. Ia menekankan bahwa konflik tersebut bukan sekadar perselisihan biasa, melainkan telah mengarah pada tindakan pembunuhan yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat.

Pahabol meminta seluruh pejabat daerah, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat yang bertikai. Menurutnya, pendekatan humanis dan dialog terbuka sangat diperlukan agar konflik tidak terus berlanjut.

“Bupati harus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi. Kita harus padamkan ini agar tidak menyebar. Kematian adalah hak Tuhan, jangan diambil alih oleh manusia,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan bahwa Papua Pegunungan adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan. Oleh karena itu, ketenangan dan rasa aman harus menjadi prioritas utama.

Dalam kesempatan tersebut, Pahabol mengajak semua pihak—baik tokoh adat, tokoh agama, maupun elemen masyarakat—untuk berperan aktif dalam menciptakan kondisi yang kondusif. Ia menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat.

“Ini menyangkut ketenangan. Semua orang ada dan bekerja di sini, sehingga kita semua membutuhkan suasana yang damai,” tutupnya.

Apel pagi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua Pegunungan, sekaligus menegaskan bahwa konflik bukanlah jalan keluar.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru