NABIRE – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Rakyat (TP-PKK) Provinsi Papua Tengah menggelar pelatihan kewirausahaan ekonomi kreatif bagi perempuan Papua Tengah. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menambahkan keterampilan kepada mama-mama Papua dalam merajut tas noken, sebuah produk tenun tradisional yang berasal dari Papua.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari yakni 7-9 Desember 2023 diadakan di Gedung RRI Nabire yang dihadiri oleh puluhan kader, terutama perempuan yang memiliki minat dalam kegiatan kerajinan tangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TP PKK dalam memperkuat ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Penjabat Ketua TP-PKK Provinsi Papua Tengah, Yosina Anwar Damanik mengatakan noken, tas tradisional yang terbuat dari serat alami, telah menjadi bagian yang penting dari budaya Papua. Tas ini juga memiliki nilai artistik yang tinggi dan sering dijadikan sebagai oleh-oleh khas saat berkunjung ke Papua.
“Dengan menggelar pelatihan merajut tas noken, TP-PKK Provinsi Papua Tengah berharap dapat mengembangkan potensi ekonomi kerajinan tangan di wilayah ini. Pelatihan tersebut dipimpin oleh instruktur berpengalaman dan didukung oleh tenaga ahli di bidang kerajinan tangan,” katanya.
“Mereka memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam merajut tas noken kepada peserta. Selain itu, para peserta juga diajarkan bagaimana memadukan desain modern dengan motif-motif tradisional yang khas dari budaya Papua,” tuturnya.
Dalam pelatihan ini, TP PKK Provinsi Papua Tengah juga memberikan bantuan berupa alat-alat merajut yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mendorong peserta agar dapat mempraktikkan keterampilan baru yang mereka pelajari setelah pelatihan selesai.
“Peserta pelatihan merasa sangat antusias dan berharap dapat mengembangkan keterampilan merajut tas noken menjadi usaha yang menguntungkan. Mereka berharap dapat memasarkan produk-produk kerajinan tangan mereka tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga pada skala nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Tak lupa Yosina Anwar mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan anggota TP PKK Provinsi Papua Tengah yang sudah mengikuti kegiatan ini dengan antusias sehingga berjalannya progam ini.
“Karena setelah mengikuti pelatihan, direncanakan akan ada pendamping berkelanjutan guna menyukseskan program goal dari 4 program prioritas Nasional seperti arahan dari Ibu PJ Gubernur Papua Tengah. Selain itu juga harapanya kita bisa terus melestarikan tas noken yang saat ini telah ditetaplan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” katanya.
Yosina Anwar menegaskan TP PKK bukan hanya sekedar Organisasi Wanita tetapi adalah mitra strategis pemerintah yang harus terlibat aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah secara aktif dan berjenjang.
“Selain itu, Tim Penggerak PKK harus mampu mengambil momentum untuk berkontribusi secara nyata melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagaimana amanat pada peraturan presiden nomor 99 Tahun 2017 tentang 7 gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga yang diterapkan mulai tanggal 1 November 2017,” pungkasnya.
Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…
Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…
POTRETPAPUA.COM, JAKARTA – Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi…
Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebanyak 24 putra-putri asli daerah asal Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebuah langkah bersejarah lahir dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk pertama…