Daerah

Tokoh Muda Papua Serukan Dialog Damai: Cukup Sudah Pertumpahan Darah

Jayapura,— Di tengah eskalasi konflik bersenjata yang terus terjadi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), tokoh muda Papua, Nioluen Kotouki, menyuarakan harapan baru: pendekatan damai dan humanis dari pemerintah pusat.

Konflik yang merenggut nyawa hampir setiap hari di berbagai wilayah seperti Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, dan Nduga, menunjukkan bahwa pendekatan militer belum mampu meredam ketegangan.

“Jika pendekatan militer terus diberlakukan, maka yang ada hanya pertumpahan darah,” ujar Kotouki.

Dengan hadirnya enam provinsi di tanah Papua, Kotouki menilai bahwa Presiden Republik Indonesia seharusnya memberikan kepercayaan lebih kepada para gubernur dan bupati untuk memimpin upaya pendekatan humanis terhadap kelompok yang berseberangan ideologi. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menawarkan resolusi damai sebagai jalan keluar dari konflik berkepanjangan.

 Rekomendasi LIPI sebagai Rujukan
Kotouki juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyoroti empat akar konflik di Papua:
– Sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia
– Kekerasan dan pelanggaran HAM sejak 1965 yang belum mendapat pertanggungjawaban negara
– Diskriminasi dan marginalisasi terhadap masyarakat Papua dalam pembangunan
– Kegagalan pembangunan yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat lokal

Desakan Dialog Kemanusiaan
Seruan serupa juga datang dari Komnas HAM Papua, yang mendesak pemerintah dan TPNPB untuk membuka ruang dialog kemanusiaan demi mewujudkan Papua sebagai tanah damai. Pengalaman penyelesaian konflik di Aceh melalui dialog menjadi contoh bahwa pendekatan non-militer bisa berhasil jika ada komitmen bersama.

 Data Konflik Meningkat
Menurut laporan Komnas HAM Papua, hanya dalam lima bulan pertama tahun 2024, tercatat 41 insiden kekerasan yang menewaskan 32 orang dan melukai 21 lainnya. Di antaranya, 12 korban adalah warga sipil.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di depan Pos…

4 jam ago

Bantuan Beras, Mi Instan, dan Pakaian Layak Pakai dari Pemkab Puncak Jaya Ringankan Beban Keluarga Korban Bencana Alam di Kwiyawagi

KWIYAWAGI, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak…

4 jam ago

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Ajak Gereja Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Papua

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak gereja, keluarga, dan seluruh elemen…

4 jam ago

Guru SD Negeri Mulia Ikuti Pelatihan AI Dasar, Belajar ChatGPT hingga Gemini untuk Mendukung Pembelajaran Kreatif

Mulia, 17 Oktober 2026 — Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri Mulia mengikuti Pelatihan Artificial…

23 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Sarana Persatuan, Kreativitas, dan Prestasi Daerah

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak generasi muda menjadikan musik sebagai…

23 jam ago

Empat Pokja TP-PKK Lanny Jaya Jalankan Program Nyata dari Pembinaan Karakter hingga Pencegahan Stunting

LANNY JAYA, 17 Oktober 2026. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lanny Jaya…

24 jam ago