Tokoh Muda Papua Pegunungan Desak Perdasus untuk Lindungi OAP di Tengah Arus Pendatang

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA – Maskapai penerbangan Sriwijaya Air resmi mendarat perdana di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (29/7/2025). Kerja sama antara Sriwijaya dan Pemerintah Daerah Jayawijaya ini menandai terbukanya akses udara langsung ke jantung Papua Pegunungan tanpa harus transit di Sentani atau Jayapura.

Dengan mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 130 kursi, Sriwijaya Air memilih membawa maksimal 111 penumpang demi keamanan dan kesiapan infrastruktur bandara pegunungan Wamena.

Tokoh muda Papua Pegunungan, Nioluen Kotouki, mengapresiasi langkah ini sebagai terobosan dalam mempersingkat waktu tempuh bagi masyarakat. “Kini warga bisa bepergian langsung ke Surabaya atau Jakarta dari Wamena,” katanya.

Namun, Nioluen juga menyampaikan kekhawatiran tentang efek jangka panjang rute baru tersebut terhadap demografi dan kapasitas belanja daerah. Ia menyoroti potensi lonjakan penduduk pendatang yang bisa memperberat beban pelayanan publik.

“Setiap penerbangan perlu dipastikan, siapa yang berangkat dan siapa yang datang. Apakah mayoritas Orang Asli Papua atau penduduk luar?” ujarnya.

Desakan Regulasi Demi Keberpihakan OAP

Menyikapi dinamika ini, Nioluen mendorong agar DPR Papua Pegunungan segera mengusulkan rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang pengendalian penduduk sebagai prioritas tahun ini dalam PROPEMPERDA.

“Dalam semangat Otonomi Khusus, keberpihakan kepada Orang Asli Papua harus dijaga. Tanpa regulasi yang bijak, OAP bisa tersingkir dari akses layanan kesehatan, pendidikan, dan rekrutmen CPNS,” tegasnya.

Pembukaan rute Sriwijaya Air ke Wamena menjadi babak baru konektivitas Papua Pegunungan. Tapi agar langkah maju ini tak menimbulkan masalah sosial, arah kebijakan mesti cermat—agar Orang Asli Papua tetap menjadi aktor utama di tanahnya sendiri, bukan hanya penonton.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru