Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan, Pemprov Papua Pegunungan Gelar Rakorwasda Inspektorat

WAMENA-Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Inspektorat Provinsi Papua melaksanakan Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Inspektorat se Provinsi Papua Pegunungan yang dilaksanakan di Wamena pada 23-24 November 2023.

Rakorwasda mengundang seluruh kepala OPD Provinsi, Forkopimda, Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektur se Kabupaten di seluruh cakupan Provinsi Papua Pegunungan

Rakorwasda menghadirkan pemateri dari Irjen Kemendagri, KPK, BPKP, Kejaksaan Tinggi, dan Polda Papua.

Rakorwasda mengambil Tema: Peranan APIP dalam mengawal akselerasi Pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan

Acara di buka oleh Pj Sekda Provinsi Papua, DR. Sumule Tumbo SE. MM via zoom dilanjutkan dengan pemukulan tifa oleh Irjen Kemendagri, Plh. Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya, Inspektur Provinsi Papua dan Papua Pegunungan.

Adapun materi  dibawakan antara lain:
1. Irjen kemendagri ; kebijakan pengawasan Tahun 2024.

2. Inspektur Provinsi Papua ; stategi pengawasan  oleh APIP Provinsi
3. Kejati Papua; kerjasama antara APH dengan APIP

4. KPK- RI ; monitoring center of prevention (MCP) dan survey penilaian integritas (SPI).

5. BPKP ; peran APIP daerah mengawal akselerasi pembangunan di papua pegunungan

6. POLRI: stategi pemberantasan Korupsi

Irjen kemendagri diwakili Inspektur III, DR. Elvin Elias, M.Si, CRGP, CGCAE, CFRA dalam sambutannya mengingatkan bahwa inspektorat daerah adalah tangan kanan Pemerintah Daerah sehingga diminta untuk selalu fokus terhadap tugas yang diamanatkan

“Tetap fokus terhadap 4 hal yakni pengawasan terkait penerimaan daerah, pengelolaan aset dan belanja, penyelenggaraan pemilu dan tugas pemerintah lainnya seperti inflasi, stunting dan kemiskinan ekstrim”Tegasnya.

Inspektur III Irjen kemendagri menyatakan siap mendukung upaya Inspektorat Daerah dalam melaksanakan kebijakan pengawasan.

Sementara itu Ketua Satgas wilayah V KPK-RI, Nurul Ichsan Al Huda menyatakan sebagai daerah otonom baru, nilai Monitoring Center of Prevention (MCP) Provinsi Papua Pegunungan memang masih rendah, namun sangat bisa untuk ditingkatkan. Ichsan menekankan Pemkab di Provinsi Papua Pegunungan dalam Rakorwasda ini  membawa dan melengkapi dokumen terkait peningkatan MCP

“Kami menghargai upaya Pemprov Papua Pegunungan dalam hal ini untuk meningkatkan nilai MCP, namun kami berharap pertemuan ini dapat dimanfaatkan secara teknis agar nilai MCP dapat naik”Tambahnya.

Menurutnya, Dengan kenaikan nilai MCP tata kelola pemerintah Provinsi Papua dapat dinilai berjalan lebih baik dengan sendirinya.

Kepala Badan Pengawasan keuangan dan pembangunan perwakilan Provinsi Papua, Zainuri, AK,CA, CF.A mengapresiasi Rakorwasda yang diselenggarakan, hal ini menurutnya adalah kesungguhan dari Provinsi Papua dalam meningkatkan tata kelola Pemerintahan.

“BPKP harus bermanfaat untuk Pemda yang di nauinginya, kami mengapresiasi atas terselenggaranya Rakorwasda Provinsi Papua Pegunungan”Katanya.

Kepala BPKP menyatakan, Provinsi Papua Pegunungan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi prioritas dan atensi pimpinan BPKP. Karena itu pihaknya siap melakukan pendampingan

“Daerah Otonomi Baru menjadi prioritas, kami siap melaksanakan pendampingan, penugasan maupun peningkatan kompetensi guna tata kelola yang baik di Provinsi Papua Pegunungan“Katanya.

Sementara itu Inspektur Provinsi Papua Pegunungan Yokobus Way, SE, M.Si menyampaikan terimakasih kepada peserta dan para pemateri yang telah memberikan wawasan kepada para peserta Rakorwasda

“Semoga materi yang telah diberikan menjadi motivasi dan dorongan bagi 8 inspektur untuk bersama-sama sebagai pengawas penyelenggaraan pemerintah”Tagasnya.

Selain itu, Yokobus mengharapkan agar para Inspektur kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan saling berkolaborasi serta koordinasi

“Rakorwasda pertama ini menghasilkan persepsi bersama terkait pengawasan penyelenggaran pemerintah, saya berharap inspektorat di provinsi Papua Pegunungan saling suport satu sama lain. Agar agenda kerja kita dapat berjalan dengan baik”Katanya.

Inspektorat diharapkan mampu mengawasi pengelolaan keuangan dengan baik, karena itu para peserta Rakorwasda bersepakat harus ada penguatan dana kapasitas APIP, dimana sesuai dengan mandatory spending bahwa anggaran Inspektorat tingkat Kabupaten adalah 0,75% dan Inspektorat tingkat Provinsi sebesar 0,90% dari APBD.(gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

POTRETPAPUA.COM, JAKARTA – Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi…

10 jam ago

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan…

18 jam ago

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Wamena, 26 Mei 2026 – Sebanyak 24 putra-putri asli daerah asal Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti…

19 jam ago

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Wamena, 26 Mei 2026 – Sebuah langkah bersejarah lahir dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk pertama…

20 jam ago

Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Kenyam, 29 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten…

23 jam ago

Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku

JAYAPURA,– Respon cepat jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota kembali membuahkan hasil dalam penanganan…

1 hari ago