Daerah

Tiga Suku Besar Dorong Apawer Raya Jadi Daerah Otonomi Baru

Jayapura, 8 April 2025 – Kabupaten Apawer Raya, calon daerah otonomi baru (CDOB) yang diusulkan oleh tiga suku besar—Armati, Isirawa, dan Berik—siap menjadi primadona di Provinsi Papua. Dengan sumber daya alam yang melimpah, wilayah ini telah resmi mendapatkan persetujuan Ampres dari pemerintah pusat melalui Komisi II DPR-RI dan Menteri Dalam Negeri.

Mantan Bupati Sarmi, Drs. Eduard Fonataba, M.M., menyebut Kabupaten Apawer Raya sebagai “negeri penuh tetesan susu dan madu,” yang berpotensi besar untuk menjadi pusat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Kabupaten ini akan berdiri di antara Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi, menjadikannya strategis untuk pengembangan wilayah.

Perjuangan Tak Kenal Lelah

Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Apawer Raya, Robby Wilson Rumansara, S.P., M.H., menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tiga suku hingga titik darah penghabisan. “Kami akan mengikuti semua ketentuan undang-undang yang berlaku demi mewujudkan pemekaran ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Adat Suku Armati, Yafed Weiraso, menyampaikan bahwa suku-suku di Tanah Tabi telah menerima perhatian dan pembangunan, namun tiga suku ini masih tertinggal dalam kebijakan pembangunan. “Pemekaran adalah solusi untuk memperpendek rentang kendali pelayanan publik oleh pemerintah,” tambahnya.

Harapan Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua Satu Tim CDOB Apawer Raya, Erick H. Bairi, menekankan pentingnya pemekaran sebagai jalan menuju pembangunan yang merata. “Kami ingin menikmati Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan dan pelayanan seperti saudara-saudara kami lainnya di Nusantara,” tegasnya.

Dengan pemekaran ini, Kabupaten Apawer Raya diharapkan menjadi simbol kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua, sekaligus memperkuat identitas dan martabat suku-suku yang selama ini tertinggal. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat kini bersatu untuk mewujudkan mimpi besar ini.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

JAYAPURA – Situasi keamanan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan setelah eskalasi baku tembak antara…

3 jam ago

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

JAYAPURA – Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Papua bersama PBB Kota Jayapura dan PBB Kabupaten…

3 jam ago

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Jayapura, 16 April 2026 – Polres Tolikara melalui perwakilannya melaksanakan penjemputan terhadap Aiptu Dominggus Gannaran,…

4 jam ago

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Tolikara, 16 April 2026 – Situasi keamanan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, mendapat perhatian serius…

4 jam ago

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…

14 jam ago

Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo

Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…

14 jam ago