Tolikara, 16 April 2026 – Situasi keamanan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, mendapat perhatian serius aparat kepolisian pasca insiden penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini pada Selasa (14/4/2026).
Sebagai langkah cepat, puluhan personel Brimob dari Wamena diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut. Kedatangan pasukan dari Kompi IV Brimob Wamena berlangsung pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 18.08–19.05 WIT di Mako Polsek Bokondini.
Rombongan tiba menggunakan sejumlah kendaraan dinas dan disambut langsung oleh Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., bersama jajaran.
Kapolres Tolikara menyampaikan bahwa pengerahan Brimob merupakan bagian dari upaya penebalan personel (BKO) guna menjaga stabilitas keamanan pasca insiden penyerangan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk meminta dukungan Brimob dalam memback-up situasi di Bokondini. Harapan kami, saat kegiatan mediasi dengan keluarga korban besok dapat berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Korban meninggal dunia saat ini berada di RSUD Wamena untuk proses autopsi. Berdasarkan laporan awal, korban diketahui terkena amunisi. Sementara itu, pihak kepolisian masih berupaya mengamankan kembali senjata api inventaris yang sempat dirampas.
Wakil Komandan Kompi Brimob Wamena, IPTU Frengklin Metanila, menegaskan kesiapan pasukannya dalam membantu pengamanan, terutama menjelang agenda mediasi antara aparat dan keluarga korban.
“Kami siap mendukung penuh. Untuk mengantisipasi eskalasi, kami mengusulkan adanya barikade guna membatasi massa. Jika situasi meningkat, kami akan melakukan tindakan penghalauan sesuai standar operasional prosedur,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tolikara menyetujui langkah taktis tersebut dan menekankan pentingnya pengendalian massa agar proses penyelesaian masalah dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Tolikara, AKP Fransiskus Taborat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya koordinasi terpadu antara personel Polres dan Brimob di lapangan.
Selain itu, disampaikan bahwa anggota Polsek Bokondini yang terlibat dalam insiden penembakan akan menjalani proses pemeriksaan di Polda Papua, Jayapura.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam kondisi aman dan kondusif. Aparat gabungan kini bersiaga penuh untuk mengawal situasi, khususnya menjelang mediasi yang dinilai krusial dalam meredam potensi konflik lanjutan.
Dengan penguatan personel dan strategi pengamanan yang matang, diharapkan stabilitas keamanan di Bokondini dapat segera pulih serta proses penyelesaian masalah berjalan damai.
JAYAPURA – Situasi keamanan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan setelah eskalasi baku tembak antara…
JAYAPURA – Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Papua bersama PBB Kota Jayapura dan PBB Kabupaten…
Jayapura, 16 April 2026 – Polres Tolikara melalui perwakilannya melaksanakan penjemputan terhadap Aiptu Dominggus Gannaran,…
Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…
Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…
Wamena, 15 April 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mengikuti kegiatan Halalbihalal…