Strategi Jitu TNI Rangkul Anggota OPM di Maybrat Kembali ke NKRI

- Penulis

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen anggota OPM wilayah Maybrat berinisial YSA saat kembali ke pangkuan NKRI. (Satgas Yonif 501/BY)

Momen anggota OPM wilayah Maybrat berinisial YSA saat kembali ke pangkuan NKRI. (Satgas Yonif 501/BY)

MAYBRAT – Seorang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berinisial YSA yang tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Zet Fattem, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

YSA kembali ke NKRI setelah mengalami tekanan berat dari satu kelompoknya. Ia mengaku terjadi perpecahan di Kelompok tersebut dan kondisi yang semakin sulit di hutan.

Situasi ini diperparah oleh semakin kuatnya dominasi wilayah yang dilakukan oleh Operasi Satgas Yonif 501/BY di wilayah Maybrat.  Keberadaan Satgas yang konsisten dan sigap di berbagai titik strategis membuat ruang gerak kelompok OPM semakin sempit.

Ikrar kembali ke NKRI digelar di TK Fuog, dengan melibatkan berbagai unsur penting daerah, mulai dari aparat pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat.  Kegiatan ini merupakan buah keberhasilan dari operasi ofensif yang secara konsisten dilakukan oleh Satgas Yonif 501/BY.

Pendekatan Teritorial Bangun Jembatan

Momen anggota OPM wilayah Maybrat berinisial YSA saat kembali ke pangkuan NKRI. (Satgas Yonif 501/BY)

Satgas Yonif 501/BY aktif melakukan pendekatan teritorial melalui pembangunan jembatan di Kampung Fuog. TNI juga melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat yang dijalankan oleh Satgas.

Langkah ini turut membangun kepercayaan dan simpati masyarakat, termasuk di dalamnya YSA. Kombinasi strategi militer dan pendekatan humanis inilah yang akhirnya membuka jalan bagi YSA untuk mengambil keputusan besar kembali kepada NKRI dan memulai kehidupan damai sebagai warga negara Indonesia.

Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu A, menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis adalah kunci dalam menyentuh hati saudara-saudara yang sempat tersesat arah.

“Kami tidak melihat masa lalu, kami melihat harapan ke depan. NKRI terbuka untuk siapapun anak bangsa yang ingin kembali,” ujar Wisnu.

Wisnu berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi dan dorongan bagi anggota kelompok separatis lainnya untuk mengikuti jejak YSA. Dimana YSA kini meninggalkan jalan kekerasan dan kembali bersama-sama membangun Tanah Papua dalam bingkai NKRI yang damai, adil, dan sejahtera. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Achmad

Sumber Berita: Rilis Satgas Yonif 501/BY

Berita Terkait

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum
Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona
Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga
Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome
Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri
Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Nasional di Munaslub APPSI 2026
Satgas Gabungan Lumpuhkan KKB Kodap XVI Yahukimo, Senjata dan Amunisi Diamankan
Datangi Keluarga Korban Penikaman di Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Tersangka Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:56 WIT

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:31 WIT

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WIT

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:03 WIT

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:37 WIT

Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri

Berita Terbaru

Daerah

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

Sabtu, 18 Jul 2026 - 17:31 WIT