SPBU dan APMS di Wamena Tunggu Petunjuk Teknis Sistem Barcode BBM

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 29 Desember 2025 – Meskipun sistem barcode untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan pada akhir November lalu, hingga kini implementasinya di lapangan belum berjalan. Akibatnya, antrean kendaraan di beberapa Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Wamena, seperti APMS Lasminingsih, masih padat dan sulit dikendalikan.

Pengelola APMS Lasminingsih, Anwarudin dan Suyono, mengungkapkan bahwa meski sistem barcode telah diperkenalkan, pelaksanaannya belum efektif. “Sampai sekarang sistem barcode dari pemprov belum jalan. Yang masih berlaku hanya kartu pengendali dari Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya untuk pengisian BBM jenis solar,” ujar Anwarudin, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, agar sistem barcode dapat diterapkan secara optimal, perlu ada sinergi antara Pemprov Papua Pegunungan dan Samsat.

“Harus ada solusi bersama, misalnya apakah kendaraan yang sudah membayar pajak akan langsung didaftarkan atau bagaimana mekanismenya. Kami sebagai pengelola hanya mengikuti kebijakan pemerintah, tapi masyarakat belum banyak yang paham soal sistem ini,” jelasnya.

Sistem barcode ini dirancang untuk mengatur distribusi BBM jenis Pertalite secara lebih tertib dan efisien. Namun, karena belum diterapkan, pengendalian distribusi masih mengandalkan sistem manual berupa kupon.

Sementara itu, Manajer Operasional SPBU Putra Baliem Mandiri, Magi Pasaribu, menyampaikan bahwa sistem barcode yang dirancang bersifat lokal dan hanya berlaku di wilayah Jayawijaya.

“Fungsinya untuk menyaring kendaraan yang sudah membayar pajak. Tapi sampai sekarang belum ada arahan teknis soal bagaimana penerapannya di lapangan,” katanya.

Magi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan sistem ini.

“Pemprov tidak bisa hanya menggandeng Samsat, tapi juga harus melibatkan Disnakerindag Jayawijaya dan aparat kepolisian untuk pengawasan di setiap SPBU dan APMS. Jangan sampai masyarakat belum siap, lalu muncul gejolak yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan sistem barcode akan mulai diberlakukan secara menyeluruh. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan sosialisasi dan petunjuk teknis agar implementasi sistem ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Datangi Keluarga Korban Penikaman di Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Tersangka Diproses Hukum
Gereja Bersatu: Hentikan Militerisasi, Utamakan Dialog di Papua
Kunjungan Kapolres ke Kejari Mimika, Momentum Tingkatkan Koordinasi Penegakan Hukum
Wamendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Rencana Aksi Percepatan Dana Otsus
Korwil Mahasiswa Studi Diminta Jujur, Pemerintah Lanny Jaya Siap Tindak Tegas Jika Ada Manipulasi
Pj Sekda Yapen Pimpin Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Bantuan Gizi Disalurkan di Ambai
Kembali ke Tanah Kamoro, Menjadi Kapolres Mimika Adalah Cita-Cita AKBP Alredo Rumbiak
Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini Silaturahmi ke Kejati Papua, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:57 WIT

Datangi Keluarga Korban Penikaman di Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Tersangka Diproses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:07 WIT

Gereja Bersatu: Hentikan Militerisasi, Utamakan Dialog di Papua

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:29 WIT

Kunjungan Kapolres ke Kejari Mimika, Momentum Tingkatkan Koordinasi Penegakan Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:56 WIT

Wamendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Rencana Aksi Percepatan Dana Otsus

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:50 WIT

Korwil Mahasiswa Studi Diminta Jujur, Pemerintah Lanny Jaya Siap Tindak Tegas Jika Ada Manipulasi

Berita Terbaru