Daerah

SMP 1 Mulia Bantah Adanya Tindak Kekerasan Disekolahnya, Minta Orang Tua Siswa Pastikan Dulu ke Sekolah Sebelum Menguploadnya

MULIA- Pendidikan sejatinya adalah wadah bagi anak untuk belajar dan terbebas dari segala bentuk tekanan, penindasan bahkan kekerasan. Akan tetapi di era kemajuan teknologi informasi saat ini masih ditemui bentuk penindasan yang dilakukan orang dewasa kepada anak kecil dengan berbagai alasannya.

Tak luput dari itu, SMPN 1 Mulia juga terkena dampak dari penindasan orang dewasa yang viral melalui media sosial. Hal itu terjadi saat pelaksanaan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau yang dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD).

Dimana hal ini merupakan sebuah kegiatan rutin yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun pelajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Namun ternodai dengan aksi kekerasan kepada salah seorang siswa calon peserta didik baru yang seragamnya disobek paksa dan diposting.

Ditemui media, Kepala Sekolah SMPN 1 Mulia Yusuf Kala’ Bunga’ S.Pd langsung menanggapi bahwa Kejadian itu terjadi setelah pelaksanaan MPLS. Setiap tahun dilaksanakan MPLS. Dan dari sekolah sendiri tidak melibatkan siswa/i untuk menjadi panitia MPLS karena semuanya ditangani langsung oleh guru-guru untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Yusuf menambahkan bahwa kejadian penyobekan seragam salah satu siswa yang robek bukan oleh pihak sekolah ataupun dari siswa sekolahnya. “Setiap melaksanakan MPLS tidak pernah ada kekerasan untuk siswa-siswi kami. Namun sesuai dengan foto yang sudah beredar di media sosial itu disebabkan oleh masalah keluarga  dan bukan oleh kami.” jelas Kepsek yang menyebut ada indikasi pencemaran nama baik lewat ITE kepada pihak SMP 1 Mulia oleh oknum. Hal itu dijelaskan setelah menggali lebih dalam dan ada informasi dari keluarga yang bersangkutan.

Dirinya berpesan kepada Orang Tua/wali agar kedepannya jika ada masalah keluarga agar jangan dibawa-bawa ke lingkungan sekolah.

“Setiap masalah yang terjadi diluar sekolah dan tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah agar jangan dibawa ke sekolah. Dan setiap masalah yang terjadi di sekolah diharapkan orang tua langsung mengecek terlebih dahulu. jangan langsung menguploadnya ke media sosial karena itu membawa nama baik sekolah.” harap yusuf.

Pihaknya berharap ini sebagai pelajaran bagi semua untuk tidak cepat dinaikkan apalagi disebar ke Media sosial sesuatu yang tidak diketahui pokok persoalannya. “Jangan asal diposting apalagi diteruskan”. Imbuhnya. Dari kasus tersebut pihaknya tidak akan memperpanjang persoalan terkait pencemaran nama baik institusinya dan berharap semua pihak mau koreksi diri.(Nay)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Workshop Satu Data dan Konsolidasi Data OAP Papua Pegunungan Resmi Ditutup

Wamena, 4 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan secara resmi menutup kegiatan Workshop Satu…

6 jam ago

Bupati Lanny Jaya Pimpin Pembahasan Revisi SSH 2026: Dorong Transparansi dan Efisiensi Anggaran

TIOM, Kamis 4 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan…

11 jam ago

Bupati Lanny Jaya Lepas 62 Paskibra: “Kalian Adalah Wajah Masa Depan Daerah Ini”

TIOM, Kamis 4 Juni 2026 – Semangat pagi di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya terasa…

13 jam ago

DWP dan TP PKK Tolikara Perkuat Sinergi Jalankan Program Pemberdayaan Masyarakat

KARUBAGA, 4 Juni 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tolikara bersama Tim Penggerak (TP)…

13 jam ago

Polri Salurkan Bantuan Material Bangunan untuk Gereja Baptis Bee Nabire

Nabire – Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Polda Papua Tengah melalui Operasi Cinta Damai…

1 hari ago

Dukung Program Pemerintah, Polda Papua Tengah Siap Kawal Pembangunan di 8 Kabupaten

Nabire – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan komitmen Polda Papua Tengah untuk…

1 hari ago