Simon Patrice Morin: Suara Nurani Papua Telah Berpulang

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Victor Pekpekai

In Memoriam: Simon Patrice Morin (1946–2025)

“Kita tidak punya orang-orang yang mendalami persoalan Papua dan melahirkan narasi yang bisa merangkul orang Papua. Narasi seperti Gus Dur.” (Simon Patrice Morin.)

Simon Patrice Morin (Senior GMKI Papua, Tokoh Partai Golkar Papua, dan Tokoh Koperasi Papua), bukan sekadar Politisi. Ia adalah suara nurani dari Tanah Papua, seorang Tokoh yang memahami luka, harapan, dan jati diri rakyatnya dengan ketulusan dan keberanian yang langka. Lahir di Biak pada 4 Agustus 1946, Morin mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan keadilan, martabat, dan ruang dialog yang sejati bagi masyarakat Papua.

Sebagai anggota DPR RI selama empat periode, Morin menjadi salah satu Tokoh utama di balik lahirnya Undang-Undang Otonomi Khusus Papua (UU No. 21 Tahun 2001). Ia tidak sekadar menyusun kebijakan, tetapi merumuskan harapan yang menyatukan suara-suara dari akar rumput Papua ke dalam sebuah narasi yang diakui oleh negara. Ia percaya bahwa Otsus bukan sekadar solusi administratif, melainkan jalan menuju rekonsiliasi dan penghormatan terhadap identitas.

Dalam hidupnya, Morin dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, bijak, dan penuh kasih. Ia memilih untuk tidak kembali ke Senayan demi memberi ruang bagi generasi muda Papua, dan melanjutkan perjuangannya melalui tulisan, pemikiran, dan pengabdian di luar panggung politik.

Kini, saat ia telah berpulang, kita mengenang Simon Patrice Morin sebagai penggagas, penjaga martabat, dan pelopor dialog damai. Warisannya bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi dalam semangatnya yang tak pernah lelah memperjuangkan kemanusiaan dan akan terus menyala di hati rakyat Papua dan seluruh Indonesia.

Rest in peace. Selamat jalan, Bapak Simon Patrice Morin.

Jejakmu akan terus menjadi penuntun bagi generasi Papua dan Indonesia yang mendambakan keadilan, kedamaian, dan penghormatan terhadap kemanusiaan yang lebih adil dan bermartabat. “Tenang Bersama Para KudusAmin.

 

 

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru