Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin saat memberikan keterangan pers. (Foto: Syaiful)
YAHUKIMO – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin akhirnya buka suara terkait pembunuhan pendulang emas yang diduga kuat oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tercatat 11 pendulang tewas dalam peristiwa tersebut.
Patrige menduga peristiwa ini merupakan pembunuhan berencana. Dimana korban meninggal telah mencapai 11 orang. 10 jenazah telah dievakuasi ke Dekai, sedangkan satu jenazah dievakuasi ke Boven Digoel.
“Kami duga ini pembunuhan berencana dan dari hasil upaya kita untuk melakukan operasi kemanusiaan dengan penyelamatan korban yang selamat,” terangnya di Jayapura, Sabtu (12/4/2025).
Pelaku Tidak Membawa Senjata Api
Patrige bilang, kondisi para korban cukup utuh, sehingga dapat teridentifikasi. “Upaya kita menyelamatkan korban yang selamat, mengevakuasi korban meninggal dunia dan melakukan penegakkan hukum,” katanya.
Sejauh ini, Patrige melanjutkan, ada beberapa kelompok (KKB) yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Meski demikian, pengakuan tersebut bagi kepolisian bukan sebagai alat bukti.
“Kami masih penyelidikan dan belum ada satu pelaku pun yang ditangkap. Pelaku, menggunakan parang, kampak dan panah. Para korban yang selamat mengaku tidak mengenali para pelaku,” terangnya.
Menurut Patrige, para pelaku pembunuhan tidak ada yang membawa senjata api. Hal ini dikuatkan dengan luka pada tubuh 11 korban yang tidak ditemukan bekas luka senjata api. “Kita belum bisa simpulkan apakah KKB terlibat atau tidak, kita masih melakukan penyelidikan,” tegasnya.
Usut Kejahatan Penambangan Ilegal
Terkait kasus ini, Patrige menegaskan akan menindaklanjuti kasus pembunuhan ini dengan dua laporan polisi. Dimana laporan pertama terkait kasus pembunuhan atau penganiayaan berat. Sementara laporan kedua terkait kejahatan penambangan ilegal.
“Jadi para korban juga bisa menjadi tersangka terkait penambangan ilegal jika alat bukti itu cukup. Kami sudah sampaikan ke polres Yahukimo, Asmat dan Pegubin untuk bersama forkopimda agar keluarkan larangan keras melakukan penambangan di wilayah hukum masing-masing,” pungkasnya.
Sejauh ini, Patrige melanjutkan, pihaknya menemukan banyak sekali penambang ilegal di wilayah Yahukimo. “Mereka para pendulang emas ilegal ini masuk dari mana kita belum tahu melalui siapa. Dan pada tanggal 6,7 dan 9 terjadi penyerangan brutal terhadap para penambang emas di Yahukimo,” imbuhnya. (*)
Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…
Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…
POTRETPAPUA.COM, JAKARTA – Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi…
Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebanyak 24 putra-putri asli daerah asal Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebuah langkah bersejarah lahir dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk pertama…