Sekolah di Nduga Sempat Libur Dua Hari, Dinas Pendidikan Pastikan Belajar Kembali Normal

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NDUGA — Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, S.Hut., M.PWK, bersama jajaran Dinas Pendidikan menggelar pertemuan dan evaluasi bersama para kepala sekolah serta guru di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Rabu.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul adanya kegiatan belajar mengajar yang sempat diliburkan selama dua hari, Senin dan Selasa, di sejumlah sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di wilayah Distrik Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab sekolah sempat diliburkan tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan sebagai perangkat teknis yang menangani urusan pendidikan di Kabupaten Nduga.

Dalam pertemuan tersebut, Plt. Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Nduga, Otomi Gwijangge, S.Hut., M.PWK, bersama jajaran dinas, kepala sekolah dan para guru membahas berbagai persoalan yang menjadi latar belakang terjadinya libur selama dua hari tersebut.

Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama berkaitan dengan kondisi lingkungan, ketersediaan air dan pangan.

“Kondisi saat ini air sudah berhenti hampir satu bulan lebih lamanya. Kita juga sedang menghadapi musim kering. Kemudian pangan-pangan lokal maupun pangan nasional yang tersedia di ibu kota Kabupaten Nduga juga sudah tidak memadai,” jelas Otomi.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Sejumlah orang tua menyampaikan kepada guru-guru agar anak-anak untuk sementara diliburkan karena kondisi kehidupan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Desakan dari masyarakat tersebut kemudian direspons oleh sejumlah guru secara spontan. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan selama dua hari tanpa terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Otomi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, persoalan tersebut pada dasarnya bukan merupakan konflik antara guru dan pemerintah daerah, melainkan lebih kepada persoalan komunikasi dan koordinasi yang belum berjalan dengan baik.

“Ini sebenarnya lebih kepada miskomunikasi. Teman-teman guru tidak datang ke dinas untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Mungkin karena situasi yang spontan sehingga mereka mengambil langkah untuk meliburkan anak-anak selama dua hari,” ujarnya.

Selain persoalan kondisi masyarakat dan ketersediaan pangan, pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan pembayaran gaji dan insentif guru.

Otomi mengatakan, proses pembayaran gaji dan insentif guru sedang dikerjakan oleh Dinas Pendidikan. Pemerintah daerah juga memiliki komitmen untuk mempercepat pembayaran hak-hak para guru dan pegawai.

Ia menjelaskan, sebelumnya pembayaran gaji pegawai dan guru kerap dilakukan hingga pertengahan bulan. Namun saat ini terdapat komitmen dari pimpinan daerah agar pembayaran dapat dilakukan lebih cepat, yakni sekitar tanggal 5 setiap bulannya.

“Dulu Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata membayar gaji sampai tanggal 15 atau 16. Sekarang pimpinan kami sudah berkomitmen bahwa gaji akan dibayarkan di atas tanggal 5. Karena staf kami cukup banyak, sekitar 250 orang itu guru, dan kalau dengan seluruh pegawai di dinas hampir 300 orang. Jadi kami membutuhkan waktu untuk menginput data-data tersebut,” jelasnya.

Sementara untuk pembayaran insentif guru, Otomi menjelaskan bahwa kewenangan tersebut tidak dapat diputuskan sepihak oleh Dinas Pendidikan. Pemberian insentif merupakan kebijakan pemerintah daerah yang disesuaikan dengan kewenangan kepala daerah serta kondisi dan ketersediaan anggaran.

Menurutnya, Bupati Nduga telah memberikan instruksi agar persoalan tersebut segera dievaluasi bersama para guru sehingga tidak terjadi lagi kesalahpahaman yang dapat mengganggu proses pelayanan pendidikan.

“Bapak Bupati memerintahkan saya untuk segera melakukan evaluasi dengan guru-guru dan dinas. Puji syukur, setelah kita duduk bersama, semuanya sudah jelas. Ternyata persoalan ini hanya miskomunikasi antara atasan dan bawahan,” ungkapnya.

Pertemuan antara Plt. Dinas Pendidikan bersama para kepala sekolah dan guru tersebut kemudian menghasilkan kesepahaman bersama untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi ke depan.

Otomi menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar harus terlebih dahulu dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan sehingga dapat dicari solusi bersama tanpa harus menghentikan kegiatan sekolah secara sepihak.

“Jadi kita saling mengakui kesalahan dan saling memperbaiki demi memajukan sumber daya manusia di Kabupaten Nduga,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Otomi juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang tetap menjalankan tugas di Kabupaten Nduga di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menyampaikan bahwa kondisi pelayanan dasar di Kabupaten Nduga memang menghadapi tantangan yang cukup berat. Namun, pendidikan harus tetap menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Nduga.

“Kami yang ada di sini benar-benar melaksanakan tugas pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan pelayanan lainnya. Kita berusaha untuk memajukan sumber daya manusia di Kabupaten Nduga dengan segala kondisi dan situasi yang ada,” katanya.

Otomi juga menyinggung masih adanya pegawai yang secara administratif bertugas di Kabupaten Nduga namun lebih banyak berada di luar daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar pelayanan publik benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Ia mengatakan bahwa para pegawai yang berada di tempat tugas memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan dasar tetap berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.

Sekolah Tetap Dibuka, Siswa Diberikan Fleksibilitas

Menyikapi kondisi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan pangan, Dinas Pendidikan mengambil kebijakan yang fleksibel terhadap kehadiran siswa.

Otomi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup sekolah. Sekolah tetap dibuka dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, apabila terdapat siswa yang kondisi keluarganya tidak memungkinkan untuk datang ke sekolah, pihak sekolah diminta untuk tidak memaksakan.

“Kami tidak tutup sekolah karena pendidikan merupakan hak semua anak. Tetapi kalau kondisi anak memang tidak makan atau tidak bisa diantar ke sekolah, kami juga tidak memaksakan. Untuk beberapa waktu bisa tinggal di rumah bersama orang tua sampai kondisi mengalami pemulihan,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan masyarakat tanpa menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Ia menegaskan bahwa sekolah tetap harus berjalan, namun guru dan kepala sekolah harus mampu melihat kondisi siswa secara fleksibel.

“Semua punya hak dan kewajiban untuk datang menuntut ilmu. Tetapi kita juga harus melihat kondisi anak-anak. Kalau memang untuk sementara tidak bisa datang karena kondisi keluarga, kita berikan ruang. Setelah kondisinya pulih, anak-anak bisa kembali ke sekolah,” katanya.

Pembelajaran Kembali Berjalan

Setelah dilakukan evaluasi dan pertemuan bersama kepala sekolah serta guru, kegiatan belajar mengajar kembali dibuka pada Rabu.

Dinas Pendidikan memastikan sekolah-sekolah di wilayah ibu kota Kabupaten Nduga kembali melaksanakan kegiatan pendidikan seperti biasa.

Selain sekolah yang berada di wilayah ibu kota, Dinas Pendidikan juga secara bertahap akan memastikan sekolah-sekolah yang berada di wilayah yang lebih jauh dapat kembali menjalankan proses belajar mengajar.

“Beberapa SD yang memang berada di batas-batas wilayah sudah kita jalankan. Kemudian di alur guru juga sudah kita jalankan. Untuk beberapa SD yang lebih jauh, kita akan jalankan secara pelan-pelan,” ujar Otomi.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan akan terus melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru agar seluruh proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan di Kabupaten Nduga tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, orang tua dan masyarakat.

Membangun Pendidikan untuk Masa Depan Nduga

Otomi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Nduga.

Ia berharap kejadian libur sekolah selama dua hari tersebut menjadi pelajaran bersama agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi, bukan melalui keputusan sepihak.

“Urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan. Kita semua harus mendukung. Mari kita sama-sama menjaga agar proses belajar mengajar tetap berjalan demi masa depan anak-anak dan masa depan Kabupaten Nduga,” pungkasnya.

Dengan adanya pertemuan dan evaluasi bersama tersebut, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nduga memastikan hubungan antara dinas, kepala sekolah dan para guru kembali berjalan harmonis.

Kegiatan belajar mengajar pun kembali berlangsung, sementara berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat, pembayaran gaji dan insentif, serta akses pendidikan akan terus dikoordinasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berharap seluruh tenaga pendidik tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sembari memberikan ruang kemanusiaan bagi siswa dan keluarga yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Pendidikan tetap berjalan, sekolah tetap terbuka, dan seluruh pihak diajak bersama-sama menjaga masa depan generasi muda Kabupaten Nduga.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemkab Nduga

Berita Terkait

TP-PKK Papua Tengah Latih Warga Puncak Jaya Olah Ubi Jadi Keripik Produktif
Festival Etnik Religi Tolikara: Perpaduan Iman dan Budaya untuk Tanah Damai
Kapolri Anugerahkan Predikat Prima untuk Polres Mimika
Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Tampilkan Terobosan di Pameran Pembangunan
Pameran Mini Papua Pegunungan Tampilkan Capaian Pembangunan 2025
TP-PKK Papua Pegunungan Gelar Lomba Kreativitas Pelajar Sambut HUT RI ke-81
Generasi Muda Puncak Jaya Unjuk Kreativitas di Lomba Konten Digital
Latihan Brimob di Mimika: Demo Anarkis hingga Ancaman Bom

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:22 WIT

TP-PKK Papua Tengah Latih Warga Puncak Jaya Olah Ubi Jadi Keripik Produktif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:51 WIT

Festival Etnik Religi Tolikara: Perpaduan Iman dan Budaya untuk Tanah Damai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:13 WIT

Sekolah di Nduga Sempat Libur Dua Hari, Dinas Pendidikan Pastikan Belajar Kembali Normal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:08 WIT

Kapolri Anugerahkan Predikat Prima untuk Polres Mimika

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:52 WIT

Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Tampilkan Terobosan di Pameran Pembangunan

Berita Terbaru

holiganbet   casibom   casibom