WAMENA – Sebuah momentum bersejarah kembali terukir di tanah Papua Pegunungan. Ribuan masyarakat Lanny berkumpul di lokasi Ndugure Pulau, Sinakma Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk melaksanakan ritual adat perdamaian budaya yang disebut “Yigin Engale Goki” atau pelepasan tali panah dan patah panah. Upacara sakral ini menandai berakhirnya konflik sosial antara masyarakat Lani dan Kurima, sekaligus membuka lembaran baru menuju kehidupan damai.
Sekda Kabupaten Lanny Jaya, Tendien Wenda S.Th., SIP., M.Si, hadir mewakili Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom S.Pd, bersama DPRK Lanny Jaya, jajaran OPD, serta tokoh adat dan masyarakat. Dalam arahannya, Tendien menegaskan bahwa sejak awal pecahnya konflik, pemerintah daerah tidak pernah meninggalkan masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya bersama jajaran terus berada di lokasi, berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat hingga tercapai kesepakatan damai di Mapolres Jayawijaya pada 23 Mei 2026.
Ritual Adat: Simbol Berakhirnya Perang
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan damai tersebut, masyarakat Lani melaksanakan ritual adat pada 25 Mei 2026 dengan pelepasan tali panah dan patah panah. Ribuan Masa yang hadir diperkirakan mencapai 10–15 ribu orang. Semua pasukan perang yang terdiri dari kaum laki-laki turut serta, menandakan bahwa perang telah berakhir dan tidak akan ada lagi pertumpahan darah.
Tendien menegaskan, setelah ritual adat ini, masyarakat Lani akan kembali ke kampung halaman masing-masing di Kabupaten Lanny Jaya mulai 26 Mei 2026, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.
Perdamaian yang disepakati di Mapolres Jayawijaya sebelumnya disaksikan langsung oleh Wamendagri, Gubernur Papua Pegunungan, Forkopimda, Bupati Jayawijaya, Bupati Yahukimo, Bupati Lanny jaya,Kapolda Papua, Pangdam 17 Cenderawasih, LMA, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Papua Pegunungan. Penandatanganan sikap damai dan patah panah kala itu menjadi bukti komitmen bersama untuk mengakhiri konflik.
Pencarian Jenazah dan Penegasan Keamanan
Tendien juga menyampaikan perkembangan pencarian jenazah di Kali Uwe yang telah dilakukan oleh Basarnas bersama TNI/Polri sejak 7 Mei hingga 21 Mei 2026. Dengan berakhirnya masa pencarian sesuai SOP, pencarian resmi dihentikan, meski harapan tetap ada agar jenazah yang belum dapat ditemukan,bisa ditemukan sementara itu keluarga telah menerima dengan ikhlas.
Ia menambahkan, sejak awal Bupati Lanny Jaya telah meminta masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan yang dapat memicu konflik baru, melainkan fokus pada pencarian. Hal ini dipatuhi masyarakat hingga akhirnya perdamaian dapat tercapai.
Sekda Lanny Jaya menegaskan bahwa pemerintah akan Memantau terus Proses kepulangan masyarakat ke kampung masing-masing. Ia berharap seluruh pihak, termasuk TNI/Polri dan kepala distrik, mengambil peran aktif menjaga kedamaian.
Harapan ke Depan
Lebih jauh, Tendien menyampaikan bahwa ke depan Pemprov Papua Pegunungan bersama delapan kabupaten akan menyusun Perdasus atau Perdasi terkait penanganan konflik sosial. Aturan ini diharapkan menjadi pedoman agar setiap potensi konflik dapat diselesaikan secara baik dan damai.
Dengan berakhirnya ritual adat pelepasan tali panah, masyarakat Lanny menegaskan komitmen untuk tidak lagi berperang. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap Kedamaian Papua Pegunungan tetap dijaga, aman,dan nyaman.
Perdamaian ini bukan sekadar berakhirnya konflik, melainkan awal dari perjalanan baru menuju persatuan dan kesejahteraan di Papua Pegunungan.
Jayapura – Polres Boven Digoel bergerak cepat memberikan pelayanan, pendampingan, serta bantuan kemanusiaan kepada para…
Kabupaten Puncak – Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini menghadiri peresmian Gedung Guest House Kabupaten Puncak…
WAMENA – Komitmen mendalam diperlihatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya dalam mengakhiri konflik sosial…
Mulia, (Sabtu, 23/05)_SD Inpres Mulia menggelar acara penamatan dan pelepasan siswa-siswi Kelas VI Angkatan XLV…
WAMENA – 23 Mei 2026. Sebagai bagian dari proses mediasi dan rekonsiliasi konflik sosial atau…
WAMENA – 23 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memfasilitasi mediasi konflik sosial atau perang…