JAYAPURA – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) genap menginjak usia 33 tahun. Usia dewasa ini bukti sukses perjuangan keras memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat Jayapura.
Perayaan 33 tahun PT Air Minum Jayapura ditandai dengan upacara yang berlangsung di halaman Kantor Pusat PT Air Minum Jayapura kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat 20 Juni 2025. Upacara dipimpin Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, Entis Sutisna menegaskan bahwa amanat yang disampaikan Wali Kota Jayapura akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.
Menurutnya kehadiran KPM sebagai pemilik perusahaan di tengah tukang ledeng menjadi bukti dukungan pemerintah kota dan kabupaten Jayapura. Dukungan ini juga menjadi semangat baru tukang ledeng dalam memberikan pelayanan yang prima.
Apalagi dengan penyiapan sumber mata air sirbogonjil II oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. Kondisi ini akan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua, sehingga proyek kelanjutan berjalan untuk memaksimal pelayanan air bersih.
Pada kesempatan itu, Entis Sutisna juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan menyiapkan anggaran untuk pemanfaatan sumber mata air baru di Pos 7 Sentani.
“Bagi kami segenap tukang ledeng, kehadiran Pemerintah Kota dan Kabupaten Jayapura suatu kegembiraan dan kebanggaan. Ini menjadi semangat baru bagi untuk meningkatkan pelayanan di Kota maupun Kabupaten Jayapura,” tegas Entis Sutisna.
Keterbatasan Sumber Mata Air Jadi Tantangan Terbesar

Bagi Entis Sutisna, tantangan terbesar di usia 33 tahun adalah masalah keterbatasan sumber mata air. Dimana, PT Air Minum Jayapura harus memenuhi kebutuhan air bersih bagi 700 ribu masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
“Solusi ada sumber mata air baru, tinggal kita butuh waktu kedepan. Mudah-mudahan tantangan ini bisa kita jawab ke depan sinergi Pemerintah Kota/ Kabupaten Jayapura, PT Air Minum Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua,” katanya.
Tantangan kedua, kata Entis Sutisna, berkaitan dengan kebutuhan pelanggan yang sampai saat ini masih menjadi “PR” atau Pekerjaan Rumah, serta adanya sambungan ilegal. Persoalan ini menjadi tugas manajemen untuk meningkatkan upaya strategis dalam menindak masyarakat yang tidak patuh membayar.
“Ini menjadi keprihatinan kita dan juga tantangan. Kedepan dengan adanya sinergi Kapolresta Jayapura Kota, ini menjadi langkah kedepan untuk menindak masyarakat yang membandel tidak mau membayar air bersih, serta oknum masyarakat yang melakukan penyambungan ilegal,” pungkasnya.
Wali Kota Jayapura Suntik Semangat Tukang Ledeng

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo turut menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada jajaran PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) yang kini telah menginjak usia dewasa 33 tahun.
Perhatian ditunjukkan Abisai Rollo dengan memberikan semangat kepada para tukang ledeng di Jayapura untuk terus berkarya lewat pelayanan air bersih. Sebab, menurutnya, air minum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di Kota maupun Kabupaten Jayapura.
“Air bersih sangat penting bagi masyarakat di seluruh Indonesia, karena menjadi kebutuhan dasar mulai dari memasak makanan. Kalau kita memasak dengan air tidak bersih akan menimbulkan penyakit, oleh sebab itu saya berikan apresiasi dan dukungan kepada PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani untuk terus berkarya dengan pelayanan air bersih,” katanya.
Abisai Rollo menyebut bahwa Kota Jayapura terdapat ada satu sumber mata air yakni sirbogonjil II yang sementara dikerjakan dan sempat tertunda. Ia meyakini sumber mata air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Jayapura.
Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Jayapura ini berharap direktur bersama jajaran dalam melaksanakan tugas dengan baik dengan pelayanan air bersih untuk kehidupan masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura. (*)
Penulis : Syaiful
Editor : Achmad















