DOGIYAI – Polda Papua Tengah turun tangan menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap anggota Polsek Kamuu, Polres Dogiyai, Aipda Agus Sugianto, yang diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam jenis samurai di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Rabu (30/9/206) sekitar pukul 06.45 WIT.
Sebagai langkah cepat mengungkap kasus tersebut, Polda Papua Tengah telah mengirimkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk membantu Polres Dogiyai melakukan penyelidikan, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik penyerangan.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, tim Ditreskrimum Polda Papua Tengah telah diberangkatkan ke Dogiyai untuk memperkuat proses penyelidikan yang dilakukan jajaran Polres Dogiyai.
“Kami sudah mengirimkan tim dari Ditreskrimum Polda Papua Tengah untuk membantu Polres Dogiyai melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Saat ini, upaya untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengumpulkan keterangan maupun barang bukti terus dilakukan,” kata Henry.
Henry menjelaskan, kejadian bermula ketika korban hendak menuju Mapolsek Kamuu dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di depan gapura dekat SMA Negeri 2 Moanemani, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, korban tiba-tiba dihadang oleh empat orang yang tidak dikenal.
Keempat pelaku diduga membawa senjata tajam jenis samurai. Melihat adanya ancaman, korban sempat berupaya melarikan diri. Namun, dua orang pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah korban.
“Saat korban melihat adanya ancaman, korban berusaha menyelamatkan diri. Namun, dua orang pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis samurai ke arah korban. Korban kemudian berusaha menahan sabetan tersebut dengan tangan kirinya,” jelas Henry.
Akibat serangan tersebut, lanjut Henry, korban mengalami luka pada bagian tangan. Korban kemudian terjatuh di badan jalan. Dalam kondisi tersebut, para pelaku kembali melakukan penganiayaan dengan menyerang sejumlah bagian tubuh korban, termasuk pada bagian tangan dan kaki.
“Setelah melakukan aksinya, keempat pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban di lokasi kejadian,” jelasnya.
Saksi yang melihat korban dalam kondisi terluka, ungkap Henry, kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Personel piket Polres Dogiyai yang menerima laporan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.
“Kini korban telah dievakuasi ke RSUD Paniai di Madi Kabupaten Paniai untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang dialaminya,” lugasnya.
Henry menegaskan, Polda Papua Tengah bersama Polres Dogiyai tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap para pelaku.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Kami berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian ini dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Henry.
JAYAPURA-Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Bincang Bareng Media di RM Djoeragan Dapur, Rabu…
Jayapura, 30 September 2026 — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melaksanakan Diskusi…
Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri…
Wamena, 29 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah…
Jayapura, Rabu, 26 September 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Jayapura serta PT…
Jayapura, 15 September 2026 – PT Pelindo Terminal Petikemas Jayapura melaksanakan kegiatan pengecatan marka di…