Daerah

Pj Gubernur Velix Wanggai Berharap Semua Pihak di Papua Pegunungan Terima Hasil Putusan MK

WAMENA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mengimbau warga daerah setempat untuk menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada dengan tenang dan bijaksana. Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan, Velix V. Wanggai, menyampaikan pesan ini di Wamena pada Rabu 29 Januari 2025, menekankan bahwa situasi menunggu hasil keputusan sengketa Pilkada dirasakan oleh semua wilayah di Indonesia, khususnya Papua Pegunungan.

“Kami bersyukur di Papua Pegunungan karena semua proses tahapan Pilpres, Pilgub, dan Pilbup (Pilkada) berjalan dengan baik dan tidak ada gejolak yang masif di Papua secara keseluruhan,” kata Velix V. Wanggai. Menurutnya, di Papua Pegunungan terdapat dua calon gubernur dan wakil gubernur, serta 25 calon bupati dan wakil bupati dari delapan kabupaten.

Velix menambahkan bahwa semua tahapan Pilkada di Papua Pegunungan berjalan dengan lancar meski terdapat dinamika-dinamika pada perhitungan suara di level kampung, distrik, hingga kabupaten, yang menyebabkan sengketa ke MK.

“Kami dapat melaporkan semua tahapan Pilkada di Papua Pegunungan berjalan dengan lancar meski terdapat dinamika-dinamika pada perhitungan suara pada level kampung, distrik hingga kabupaten sehingga terjadi sengketa ke MK,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya kekacauan pascapenetapan hasil sengketa MK, Pemprov Papua Pegunungan membangun komunikasi dengan para calon kepala daerah dan partai politik (parpol).

“Saat ini hasil sengketa di MK sudah mau diumumkan sehingga seluruh masyarakat Papua Pegunungan harus menjaga keputusan terakhir MK sebagai ruang hukum dari masing-masing calon yang berjuang di tahap tersebut. Apapun hasilnya yang sudah berketetapan tetap ini sudah dapat diterima oleh masing-masing calon dan pendukungnya,” katanya.

Velix mengimbau seluruh masyarakat di delapan kabupaten Provinsi Papua Pegunungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini. “Keamanan dan ketertiban tercipta maka perekonomian masyarakat akan hidup, pelayanan kesehatan berjalan baik maka pondasinya adalah keamanan baik,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa apapun keputusan politik dan hukum dari MK harus dapat diterima oleh seluruh calon, pendukung, dan masyarakat Papua Pegunungan.

“Mari jaga honai besar Papua Pegunungan dengan aman dan damai supaya seluruh sektor pembangunan terus bertumbuh,” katanya.

Dengan semangat gotong royong dan kerja sama, diharapkan situasi di Papua Pegunungan tetap tenang dan damai, terlepas dari hasil putusan MK yang akan datang. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menjaga persatuan serta kesatuan demi masa depan yang lebih baik.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

8 jam ago

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…

8 jam ago

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…

9 jam ago

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome

Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

11 jam ago

Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri

Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

11 jam ago

Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Nasional di Munaslub APPSI 2026

Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…

12 jam ago