Pernyataan Mahasiswa Kedokteran Lanny Jaya Dinilai Keliru, Kedispen: Sudah Diperintahkan Untuk di Proses

- Penulis

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIOM-Terkait adanya pernyataan mahasiswa Kedokteran Lanny Jaya yang ada di Jayapura mengenai keterlambatan biaya beasiswa mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabulaten Lanny Jaya Tan Wanimbo.

Dirinya menegaskan pernyataan 28 masiswa kedokteran tersebut keliru. Tan Wanimbo menjelaskan yang pertama untuk bantuan dana jurusan kedokteran tersedia,  hanya koas yang belum tersedia maka di APBD perubahan ini ada perubahan  nama pembiayaan mahasiwa kedokteran.

“Kami sudah minta data yang mengikuti koas sedangkan untuk yang sementara kuliah benar di janjikan 3 hari lewat telepon bapak Pj. Bupati Lanny Jaya Doren Wakerkwa SH.MH  tetapi  bendahara baru pulang Minggu lalu hal ini membuat terlambat,”Tegasnya menjawab pernyataan media yang menyudutkan nama baiknya sebagai kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya.

“Yang  kedua pernyataan  bahwa uang ada tapi saya mau bantu dan tidak itu hak saya,  pernyataan itu keliru yang benar  dalam monitoring di kontrakan Perumnas 3  saya sampaikan mahasiswa kedokteran diistimekan dengan mahasiswa jurusan lain di seluruh Kota Study di indonesia   Baik dari tempat tinggalnya dan biaya lainya sehingga saya sampaikan kuliah harus tepat waktu dan bila ada kedapatan telambat selesai kukiahnya biaya bisa putus dan  biayai sendiri,”Tegasnya.

Adapum  alasan lain yang Ia sampaikan bahwa mahasiswa di kontrakan dilarang bawah pasang, pacar atau suami dan jika itu ada dipersilahkan bertemu diluar kontrakan.

“Boleh ketemu di luar jangan bawa masuk kekontrakan dan apabila kami dapat laporan saya sampaikan kepada yang mahasiswa untuk membiayai sendiri ,”Katanya.

Ketiga dana mahasiswa kedokteran bukan uangnya Kepala Dinas Tan wanimbo, Dinas Pendidikan dan Pengajaran hanya instansi   pengelola saja. Sehingga pernyataan 28 mahasiswa kedokteran  pernyataan yang keliru.

“Hari ini tanggal 23 -10 – 2023   karena bendahara sudah ada sudah di perintahkan  untuk di proses,”Pungkasnya.(gin)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru