Pasca Insiden Kekerasan yang Terjadi, MRP-PBD Salurkan Bantuan Bama ke Masyarakat di Wilayah Distrik Bamusbama

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAMBRAUW- Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat pasca kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (25/3/2026).

Bantuan bama ini diberikan langsung oleh Wakil Ketua II MRP-PBD, Vincentius Paulinus Baru, S.T.,MURP yang didampingi oleh Anggota MRP-PBD dari wilayah Kabupaten Tambrauw, yakni Petrus Sasior, Yustince Linda Yekwam dan Feronika Manimbu.

“Bantuan bama ini kami berikan kepada warga masyarakat yang ada di Kampung Bamusbama, Bano, Jukbi dan Kampung Banfot,”ungkap Wakil Ketua II MRP-PBD, Vincentius Paulinus Baru.

Paulinus berharap, situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw bisa segera pulih, sehingga aktivitas pemerintahan dan masyarakat bisa kembali normal seperti biasanya.

“Kami berharap situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw bisa segera kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sebelumnya,”ucapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta perbaikan terhadap rumah warga pasca insiden kekerasan yang terjadi.

“Kami berharap penyaluran bantuan bam aini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, sekaligus upaya memulihkan situasi sosial di Kabupaten Tambrauw,”tutupnya.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 14 warga sipil yang sebelumnya diamankan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dan Polres Tambrauw telah dibebaskan.

Peristiwa penangkapan ini dilakukan lantaran adanya penyerangan terhadap para tenaga medis dan warga sipil di jalan poros yang menghubungkan Kampung Banfot dan Kampung Jogbu pada Senin (16/3/2026).

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, dua orang tenaga medis dilaporkan meninggal dunia, yakni Yermia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido, keduanya bekerja di Rumah Sakit Umum Pratama Kabupaten Tambrauw. (*)

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Polres Jayawijaya Jadi Langkah Preventif Jaga Stabilitas Papua Pegunungan
Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Berantas Miras, Ganja, dan Sajam Ilegal
74 Pelajar Terbaik Ikuti Diklat Paskibraka Provinsi Papua Pegunungan 2026
Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Puncak Jaya Ajak ASN Jadi Teladan
Bupati Puncak Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan CPNS sebagai Fondasi Pemerintahan Profesional
Usai Aksi Pemalangan, Polres Mimika Gerak Cepat Amankan Lima Terduga Pelaku Pembegalan
Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat
Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:24 WIT

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Polres Jayawijaya Jadi Langkah Preventif Jaga Stabilitas Papua Pegunungan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:03 WIT

Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Berantas Miras, Ganja, dan Sajam Ilegal

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WIT

74 Pelajar Terbaik Ikuti Diklat Paskibraka Provinsi Papua Pegunungan 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 10:58 WIT

Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Puncak Jaya Ajak ASN Jadi Teladan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:29 WIT

Bupati Puncak Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan CPNS sebagai Fondasi Pemerintahan Profesional

Berita Terbaru