Papua Pegunungan Minta Penanganan Cepat, Jalan Trans Papua Jadi Urat Nadi Ekonomi dan Pembangunan

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya penanganan segera atas longsor yang melanda Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura pada 7–8 Februari lalu. Pj Sekda Papua Pegunungan, Dr. Wasuok Demianus Siep, menyampaikan harapan agar Kementerian PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan segera turun tangan melakukan perbaikan dan melakukman upaya evakuasi kendaraan yang terjebak.

“Saya belum menerima laporan resmi, tetapi informasi yang kami terima benar adanya longsor di beberapa titik. Kami berharap pihak penanggung jawab segera melakukan upaya nyata di lapangan agar kendaraan yang terjebak bisa dikeluarkan, sehingga tidak menimbulkan korban,” ujar Sekda Wasuok pada Senin 9 Februari 2026

Ia menekankan bahwa Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi perekonomian Papua Pegunungan. Jalur ini menjadi penghubung utama distribusi barang dari Jayapura ke berbagai kabupaten di pegunungan, selain jalur udara yang terbatas dan mahal. Dengan adanya jalan darat, biaya logistik dapat ditekan sehingga harga kebutuhan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Jalan ini sangat penting karena dapat menekan harga kemahalan yang terjadi di Papua Pegunungan. Oleh sebab itu, masalah longsor dan terjebaknya kendaraan harus segera diatasi dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak luas, mulai dari terhambatnya distribusi bahan pokok, meningkatnya harga barang, hingga potensi risiko keselamatan bagi para sopir dan penumpang yang terjebak.

“Kita berdoa bersama agar tidak ada korban jiwa. Saat ini data-data riil terkait lokasi longsor dan dampaknya terus dikumpulkan,” tambahnya.

Peristiwa longsor ini kembali menyoroti tantangan besar pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan. Jalan Trans Papua yang membelah pegunungan dengan kondisi alam ekstrem membutuhkan perhatian serius agar tetap kokoh menghadapi curah hujan tinggi dan potensi bencana alam. Keberlangsungan jalur ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keterhubungan antarwilayah di Papua.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP
Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi
Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik
Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena
BPS Puncak Jaya Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Warga Diajak Berkontribusi untuk Pembangunan
Merajut Aspirasi, Memperkuat Sinergi, Menuju Kesejahteraan Masyarakat Puncak Jaya
Sekda Papua Pegunungan Buka Rakortekrenbang 2027, Tegaskan Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIT

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Selasa, 14 April 2026 - 20:32 WIT

Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Selasa, 14 April 2026 - 20:19 WIT

Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi

Selasa, 14 April 2026 - 15:43 WIT

Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik

Selasa, 14 April 2026 - 13:20 WIT

Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena

Berita Terbaru