JAYAPURA – Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Jayapura dan Paguyuban Ekosistem Informasi Sehat (PESAT) Tanah Papua mendeklarasikan dirinya di Kota Jayapura yang berlangsung di Swiss Bell Hotel, Sabtu (21/10/2023). Kegiatan ini juga meliputi pemutaran film ikan pari , salah satu program Mafindo bersama mitra lain untuk mewujudkan ekosistem informasi yang aman dan sehat dilanjutkan sesi diskusi bertema “Mengupas Film Dunia Tanpa Hoaks” dan “Informasi Sehat Wujudkan Pemilu Tanpa Hoaks di Tanah Papua”.
Presidium Mafindo Pengampu perluasan Jejaring Timur, Mark Ufie, mengatakan Pendirian mafindo wilayah Jayapura merupakan satu fokus kerja dari dewan presidium karena kita berharap representasi mafindo bisa hadir di seluruh wilayah di Indonesia.
“Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong segenap stakeholder dan masyarakat untuk menguatkan budaya literasi, serta mengobarkan semangat antihoaks khususnya masyarakat propinsi Papua guna mencegah dan menangkal informasi bohong. Serta mampu meningkatkan peran media massa dalam melawan berita hoaks,” katanya.
Kedepan, kata mark, perlu pendekatan baru yaitu vaksinasi anti hoax sehingga edukasi kepada masyarakat bisa membentuk satu imunitas dan lebih siap menghadapi hoax tidak hanya tentang mengklarifikasi “Karena kalau misalnya kita berhenti di fase klarifikasi tanpa ada tindakan preventif sebelumnya, kita akan selalu berada satu langkah di belakang opsi dan kemudian kita bisa menginisiasi kelas-kelas edukasi,”
Koordinator Mafindo Wilayah Jayapura, Nahria , mengatakan Mafindo Jayapura dan Pesat di tanah Papua hadir untuk menangkal persebaran informasi hoax dengan mengedukasi publik. Kemajuan perkembangan teknologi memberikan kemudahan akses informasi, disisi lain teknologi juga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab dalam menyebarkan konten negatif.
“Kehadiran Mafindo menjadi titik awal upaya edukasi yang dilakukan secara kerelawanan kepada masyarakat serta mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan selalu cek fakta sebelum percaya pada informasi yang diterima,” ungkapnya.
Dikatakan, sebelum dideklarasikan hari ini, Mafindo sudah eksis dengan menjalankan program Tular Nalar sebanyak 5 kali dan akan terus di follow up oleh mafindo dan rencana bulan depan akan ada pelatihan untuk tular nalar
“Dalam rangka pencegahan hoax pemilu setelah itu akan ditindaklanjuti lagi dengan membuka kelas pelatihan,” tutupnya.
Perlu diketahui, MAFINDO adalah organisasi anti-hoaks yang berdiri tahun 2016. saat ini, organisasi tersebut memiliki 95.000 anggota dan 1.000 relawan, tersebar 43 cabang di berbagai penjuru Indonesia.
MAFINDO juga melakukan berbagai kegiatan untuk melawan infodemic / wabah hoaks, seperti hoax busting, edukasi publik, seminar, sarasehan, advokasi ke berbagai pihak, membangun berbagai teknologi anti-hoaks, grassroot engagement, penelitian dan riset. (Ikbal Asra)
Penulis : Ikbal Asra
Editor : A. Buendi















