Daerah

Nioluen Kotouki: MRP Harusnya Malu, Kritik Paul F. Mayor Justru Membela Hak-Hak Masyarakat Papua

Jayapura– Polemik antara Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Anggota DPD RI Paul F. Mayor terus bergulir. Namun, tokoh muda Tanah Papua Nioluen Kotouki S.IP menegaskan bahwa kritik yang dilontarkan Paul F. Mayor sama sekali tidak mengandung unsur pelecehan. Sebaliknya, ia menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keberanian seorang wakil rakyat yang konsisten membela kepentingan masyarakat Papua.

Menurut Nioluen, Paul F. Mayor adalah salah satu putra terbaik Papua yang dikenal vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama ketika kebijakan tersebut dinilai menyimpang dari kebutuhan masyarakat di tanah Papua.

“Sebagai anggota DPD RI, beliau berhak menyampaikan sikap. Kritik yang diarahkan kepada MRP bukanlah serangan personal, melainkan evaluasi terhadap kefakuman lembaga kultur yang seharusnya hadir di tengah rakyat,” ujarnya.

Nioluen menyoroti bahwa kritik Paul F. Mayor terkait kefakuman MRP sangat relevan. Ia mencontohkan, ketika jutaan hektar hutan di Papua dibabat habis tanpa menghargai hak ulayat masyarakat adat, MRP justru tidak tampak memberikan perlindungan atau pendampingan hukum. “Saat masyarakat adat mencari keadilan, MRP di mana? Mengapa diam? Padahal MRP adalah satu-satunya lembaga kultur yang berkompeten membela hak ulayat masyarakat adat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nioluen menilai tuntutan MRP terhadap Paul F. Mayor justru tidak rasional. Menurutnya, sebagai lembaga kultur, MRP seharusnya melakukan introspeksi dan melihat kembali apa yang sudah mereka kerjakan, bukan sibuk menanggapi kritik yang sejatinya merupakan pengingat. “Kritik itu harusnya diterima dengan lapang dada. Kalau MRP benar-benar bekerja untuk rakyat, tentu tidak perlu merasa tersinggung,” tambahnya.

Ia juga mempertanyakan kepentingan di balik sikap MRP yang begitu reaktif terhadap kritik Paul F. Mayor tapi diam saat masyarakat membutuhkan suara dan tindakannya. “Ada kepentingan apa MRP menanggapi kritik ini? Mengapa mengabaikan tugas utama mereka? Masyarakat Papua sangat memahami pergerakan MRP. Justru sebaiknya mereka berterima kasih kepada Paul F. Mayor yang berani mengingatkan,” kata Nioluen.

Tokoh muda ini menegaskan kembali bahwa tidak ada unsur pelecehan dalam pernyataan Paul F. Mayor. Kritik tersebut, menurutnya, adalah alarm moral agar MRP kembali pada peran sejatinya sebagai lembaga kultur yang melindungi masyarakat adat.

“Sebagai tokoh muda, saya melihat kritik itu murni untuk kepentingan rakyat. Paul F. Mayor hadir sebagai suara tegas yang mengingatkan MRP agar tidak melupakan tugas utamanya,” pungkasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Subsidi Transportasi Udara dan Laut, Jalan Pemerintah Dekatkan Pelayanan ke Kampung

Oleh John NR Gobai DPR Papua Tengah Pengantar Masyarakat Papua 70% ada didaerah daerah yang…

49 menit ago

Polres Puncak Jaya Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara ke-80

MULIA – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Puncak Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan…

2 jam ago

Polres Deiyai Gelar Baksos Bhayangkara, Wujud Nyata Kepedulian Polri

DEIYAI – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Deiyai bersama Polsek Tigi…

13 jam ago

DWP Tolikara Ikuti Rakerda Papua Pegunungan, Perkuat Peran Perempuan ASN

Wamena, 23 Juni 2026 – Upaya memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah terus dilakukan…

14 jam ago

Hadiah Ultah ke-51, Bupati Yuni Wonda Apresiasi Penghargaan BPJS Kesehatan untuk Pemda Puncak Jaya

JAYAPURA, 23 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat…

16 jam ago

Polda Papua Tengah Gelar Puncak Bakti Kesehatan HUT Bhayangkara ke-80

MIMIKA – Polda Papua Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar puncak kegiatan Bakti…

17 jam ago