JAYAPURA- Purple Crumbs Papua merupakan usaha kecil yang lahir dari aktivitas perkuliahan pada mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.
Usaha ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas akademik, tetapi merupakan pengalaman berharga sebagai mahasiswa dalam belajar membangun dan menjalankan sebuah bisnis secara langsung.
Melalui usaha ini, kami mencoba menghadirkan inovasi produk, sekaligus mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, khususnya mama-mama Papua yang berjualan di pasar.
Usaha Purple Crumbs Papua awalnya diprakarsai oleh enam orang anggota kelompok, yaitu Putri M, Reni Yohana Yom, Leny Puspita Sari, Citra Maitimu, Meiva Deviatri dan Martha Maylan Susim.
Adapun dosen yang mendampingi kewirausahaan mahasiswa adalah Kurniawan Patma dan Maylen Kambuaya.
Dalam kelompok ini, setiap anggota memiliki perannya masing-masing dan bekerja sama untuk memastikan usaha ini dapat berjalan dengan baik. Dengan mengangkat usaha ini melalui penggunaan bahan kearifan local, yakni sagu.
Sagu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi yang besar di tanah Papua. Dengan memanfaatkan sagu sebagai bahan utama produk, kami ingin menunjukkan bahwa bahan tradisional dapat diolah menjadi makanan yang lebih modern dan menarik, khususnya bagi kalangan mahasiswa.
Dalam Purple Crumbs Papua, kami menghadirkan dua produk utama, yakni produk pertama adalah Cirgo (Cireng On The Go), yaitu camilan praktis berbahan dasar sagu yang memiliki rasa gurih dan cocok dinikmati kapan saja.
Konsep on the go dipilih agar produk ini mudah dibawa dan dikonsumsi oleh mahasiswa yang memiliki aktivitas padat. Produk kedua adalah Milo Choho Blast, minuman cokelat yang menyegarkan, menjadi pelengkap yang tepat untuk menikmati camilan Cirgo.
Perjalanan Membangun Usaha Purple Crumbs Papua
Perjalanan membangun usaha ini tidak selalu berjalan dengan mudah. Pada awalnya, kami mengalami kesulitan dalam menentukan ide usaha yang tepat. Kami harus berdiskusi bersama untuk memutuskan produk apa saja yang ingin dijual, bagaimana konsepnya, hingga bagaimana cara membuatnya.
Proses ini membutuhkan banyak pertimbangan, karena kami ingin menghadirkan produk yang menarik, memiliki nilai keunikan dan tetap relevan dengan lingkungan kampus.
Setelah ide usaha ditentukan, kami mulai melakukan berbagai persiapan. Mulai dari mencari bahan baku, mencoba beberapa kali proses pembuatan produk, hingga memastikan rasa dan kualitasnya sudah sesuai dengan yang kami harapkan.
Proses percobaan ini menjadi bagian penting, sebab dari situlah kami belajar memperbaiki dan menyempurnakan produk olahan tersebut. Setelah semua persiapan selesai, tahap akhirnya adalah memasarkan produk Purple Crumbs Papua melalui sebuah booth.
Booth usaha ini dibuka di depan kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIT hingga siang hari, banyak mahasiswa yang datang untuk melihat dan mencoba produk yang dijual tersebut.
Respon Pembeli dan Harapan
Respon yang kami terima dari para pembeli cukup positif. Banyak yang memberikan
apresiasi terhadap ide membuat produk Purple Crumbs Papua menggunaka sagu sebagai bahan dasar utama.
Selain itu, rasa Cirgo yang gurih serta minuman Milo Choho Blast yang segar juga mendapatkan tanggapan yang baik dari para pelanggan.
Meskipun begitu, kami menyadari bahwa usaha ini masih memiliki banyak hal yang
perlu diperbaiki, sehingga sangat terbuka terhadap kritik, saran dan masukan dari para pembeli.
Bagi kami, masukan tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan di masa depan.
Melalui Purple Crumbs Papua, kami tidak hanya belajar tentang teori bisnis di dalam kelas saja, tetapi merasakan langsung pengalaman menjalankan usaha. Pengalaman ini mengajarkan kami tentang kerja sama tim, proses kreatif, hingga bagaimana menghadapi tantangan dalam dunia usaha.
Lebih dari itu, usaha ini menjadi cara kami untuk memperkenalkan kembali potensi
pangan lokal Papua kepada masyarakat, khususnya generasi muda. (*)
TIOM, 7 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan…
Wamena, 7 Mei 2026 – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan…
Wamena, 7 Mei 2026 — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Deminasu Siep, memimpin…
Mulia. – SMP Negeri Satu Mulia ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP Rayon…
Mulia, Senin 4 Mei 2025 – SD Negeri Mulia menjadi pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat…
Mulia, Senin 04/05/2026- sebanyak 230 siswa dari 7 sekolah dasar di Rayon Dua kabupaten Puncak…