Wamena, 7 Mei 2026 – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 dan reaktivasi desk penanganan karhutla secara virtual melalui zoom meeting yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Rabu (6/5). Kegiatan tersebut diikuti bersama Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD terkait di Ruang Rapat Sekda Provinsi Papua Pegunungan.
Usai mengikuti apel kesiapsiagaan nasional secara virtual tersebut, Wakil Gubernur Ones Pahabol menegaskan bahwa hutan Papua Pegunungan merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama karena memiliki peran penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan lingkungan dunia. Menurutnya, keberadaan hutan tidak hanya menjadi penyangga kehidupan masyarakat lokal, tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen dan menjaga kestabilan iklim.
“Hutan ini harus dijaga dengan baik. Tuhan menciptakan alam semesta untuk dipelihara, bukan dirusak. Karena itu masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa menjaga pohon dan hutan berarti menjaga kehidupan manusia sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penebangan dan pembakaran hutan secara sembarangan dapat merusak habitat dan mengancam kehidupan manusia sendiri. Pemerintah, kata Ones, akan terus mendorong sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan serta melakukan penghijauan kembali di lahan-lahan gersang.
Selain itu, Wakil Gubernur meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Pegunungan untuk aktif membangun kerja sama dengan pemerintah pusat maupun lembaga internasional guna memperoleh dukungan program rehabilitasi dan penghijauan hutan.
“Kemampuan anggaran daerah memang terbatas, tetapi banyak program nasional maupun internasional yang dapat membantu Papua Pegunungan dalam menjaga kelestarian hutan. Karena itu perlu ada upaya jemput bola melalui proposal dan kerja sama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Pegunungan, Lince Kogoya, mengatakan bahwa masyarakat pegunungan memiliki kedekatan kuat dengan alam dan hutan, namun pola pikir terkait pengelolaan lingkungan perlu terus diperbaharui melalui edukasi dan sosialisasi.
Menurutnya, pentingnya menjaga hutan harus diwariskan kepada generasi muda melalui gereja, sekolah, organisasi kepemudaan, dan organisasi sosial lainnya agar kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini.
“Kita harus mengubah pola pikir masyarakat bahwa membakar hutan bukan lagi solusi. Edukasi tentang pentingnya menjaga pohon, hutan, dan lingkungan harus terus dilakukan agar generasi muda memahami bahwa hutan adalah warisan yang harus dijaga,” ungkapnya.
Lince juga berharap adanya dukungan pendanaan dari pemerintah pusat maupun lembaga luar negeri untuk mendukung program penghijauan kembali di delapan kabupaten di Papua Pegunungan.
Melalui momentum apel kesiapsiagaan Karhutla Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
TIOM, 7 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan…
Wamena, 7 Mei 2026 — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Deminasu Siep, memimpin…
Mulia. – SMP Negeri Satu Mulia ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP Rayon…
Mulia, Senin 4 Mei 2025 – SD Negeri Mulia menjadi pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat…
Mulia, Senin 04/05/2026- sebanyak 230 siswa dari 7 sekolah dasar di Rayon Dua kabupaten Puncak…
Yahukimo — Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satreskrim Polres Yahukimo terus mengintensifkan proses penegakan hukum…