Natal Penuh Hikmat, Warga Batak Jayawijaya Diajak Jadi Teladan Kehidupan

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 21 Desember 2025 — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Ketua Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKBJ) Provinsi Papua Pegunungan, Gotlief Sihombing, mengimbau seluruh warga Batak di wilayah tersebut untuk menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai kekristenan, serta mendukung program pemerintah.

Dalam pernyataannya di sela-sela kegiatan ibadah Perayaan Natal Punguan Siregar Anak, Boru, Bere dan Ibebere di Gereja HKBP Shalom Wamena, Sabtu (20/12/2025), Gotlief menekankan pentingnya etika dalam berdagang, mengingat mayoritas warga Batak di Jayawijaya berprofesi sebagai pedagang.

“Sekitar 70 persen warga Batak di sini adalah pedagang. Saya mengajak kita semua untuk berdagang dengan hati yang tulus, tidak mengambil keuntungan berlebihan, dan memberikan pelayanan terbaik. Sebagai pendatang, kita harus menunjukkan sikap yang melayani dan menghormati tempat kita tinggal,” ujarnya.

Selain itu, Gotlief juga mengajak umat Kristen Batak untuk merayakan Natal dengan penuh hikmat dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

“Mari kita rayakan Natal dengan kesederhanaan dan kekhusyukan. Jadilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pelaku ekonomi, aparat pemerintah, maupun warga biasa,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara masyarakat Batak dan elemen lain di Papua Pegunungan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kita harus bersinergi dan mendukung program pemerintah dalam berbagai aspek. Jangan justru menjadi contoh yang buruk,” tegasnya.

Sebagai penutup, Gotlief Sihombing mengingatkan warga Batak untuk menjauhi praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum dan norma sosial, termasuk menjual minuman keras.

“Saya melarang keras warga Batak menjual minuman keras. Itu dilarang oleh pemerintah dan merusak citra kita. Mari kita bantu pemerintah menjaga ketertiban,” pungkasnya.

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Papua Pegunungan diharapkan berlangsung aman, damai, dan penuh makna, sejalan dengan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru