Intan Jaya – Pemandangan tak lazim terlihat di Mapolsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Potongan-potongan kendaraan dinas jenis Isuzu D-Max Double Cabin tampak tersusun dan sedang dirakit kembali oleh mekanik di halaman markas kepolisian.
Usut punya usut kendaraan tersebut ternyata milik Polres Intan Jaya, yang terpaksa dipotong menjadi puluhan bagian agar dapat diangkut menggunakan pesawat perintis dari Kabupaten Nabire menuju Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Langkah ekstrem tersebut dilakukan karena keterbatasan akses transportasi darat menuju wilayah Intan Jaya.
Salah seorang mekanik, Yulius Senolinggi mengungkapkan, mobil tersebut dipotong menjadi 32 bagian, terdiri dari 9 potongan rangka bodi, 4 potongan sasis, 1 mesin, 1 gardan belakang, 1 gardan depan, 1 transmisi, 4 ban, 8 koli berisi seperbor, setir, kabel dan kaca, serta 4 kursi.
“Potongan mobil ini dikirim dua kali menggunakan pesawat caravan. Sekarang tugas kami merakitnya kembali, seperti sebelumnya agar nanti bisa di gunakan. Setidaknya kami membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Ps Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofyan C.A Samakori ketika ditemui menjelaskan, mobil dinas ini sudah 2 tahun berada di Kabupaten Nabire. Pihaknya tidak memiliki anggaran untuk mengirimkan kendaraan dinas tersebut ke Kabupaten Intan Jaya.
“Untuk mendatangkan kendaraan ke sini jalan satu-satunya hanya menggunakan transportasi udara. Andai kita kirim dengan menggunakan helicopter membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga terpaksa kita potong-potong, lalu dikirim menggunakan pesawat dua kali penerbangan carter. Ini biaya charter pesawat mencapai Rp 80 juta, sementara ongkos mekanik untuk bongkar dan pemasangan kendaraan mencapai Rp70 juta,” jelasnya.
Ketika disingung mengenai jumlah transportasi yang dimiliki Polres Intan Jaya dalam menjalankan tugasnya, Samakori menjelaskan, pihaknya saat ini memiliki 3 unit truck Isuzu, dengan 2 diantaranya rusak berat dan 1 unit dipinjamkan ke Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) Brimob. Lalu ada 4 unit mobil Isuzu d-Max, yang 2 unit dipinjamkan ke ODC, 1 unit operasional Polres dan 1 lagi dalam proses perakitan.
Selain itu, kata Samakori, Polres Intan Jaya juga memiliki 5 unit sepeda motor jenis Honda Verza dan 10 unit sepeda motor jenis Suzuki 150 CC, dengan 5 unit diantaranya dengan kondisi rusak berat.
“Jadi selama ini kami melaksanakan tugas, hanya dengan menggunakan 1 unit mobil. Ya itu digunakan sebagai kendaraan mobil dinas kapolres dan juga digunakan anggota untuk patroli. Dalam melaksanakan tugas, kita tidak boleh mengeluh, apapun kondisinya kita nikmati saja,” tuturnya seraya tertawa kecil.
Tugas Berat dan Rawan Gangguan KKB, Sejak Berdiri 7 Tahun Silam Polres Intan Jaya Belum Miliki Mapolres Permanen
Di tengah beratnya tugas menjaga keamanan wilayah rawan konflik dan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Kepolisian Resor (Polres) Intan Jaya hingga kini belum memiliki Markas Polres (Mapolres) permanen, meski institusi tersebut telah berdiri selama delapan tahun.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran kepolisian yang setiap hari bertugas menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Intan Jaya. Selain menghadapi medan geografis yang sulit, aparat kepolisian juga harus menjalankan tugas dalam situasi yang kerap mendapat ancaman gangguan keamanan dari KKB.
“Selama 8 tahun aktivitas pelayanan dan operasional Polres Intan Jaya disini. Ini sebelumnya goesh house DPRD yang kita pinjam. Kita memang sangat membutuhkan kantor permanen untuk menunjang pelayanan yang maksimal dan meningkatkan keamanan personel, namun tentunya apapun kondisi keterbatasan sarana dan prasarana, kita harus siap menjalankan tugas,” lugasnya.
Ditengah keterbatasan tersebut, Jajaran Polres Intan Jaya sangat berharap adanya perhartian dan dukungan baik dari pimpinan Polri di Polda Papua Tengah maupun di Mabes Polri bahkan pemerintah daerah.
Di tengah keterbatasan tersebut, jajaran Polres Intan Jaya berharap adanya perhatian dan dukungan dari pimpinan Polri maupun Mabes Polri.
“Kami berharap dukungan pembangunan Mako Polres Intan Jaya karena sejak berdiri hingga sekarang kami masih menggunakan gedung pinjam pakai sebagai kantor,” ujar pihak Polres Intan Jaya.
Selain itu, mereka juga berharap adanya dukungan persenjataan yang memadai mengingat wilayah Intan Jaya dikenal sebagai daerah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Tak hanya itu, kebutuhan kendaraan operasional roda dua dan roda empat juga menjadi harapan utama guna menunjang pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah pegunungan Papua Tengah yang memiliki tantangan medan cukup berat.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan personel Polri di daerah pedalaman Papua dalam menjalankan tugas negara dengan segala keterbatasan yang ada. Mulai dari Makopolres hingga kendaraan tentunya menjadi kebutuhan mendesak demi menunjang tugas-tugas kepolisian.
“Kalau ditanya apakah butuh perhatian, tentu kami sangat membutuhkannya. Status Polres Intan Jaya sudah 7 tahun, namun kami belum memiliki Mako. Kami juga tidak mau melihat personel bertugas dengan serba keterbatasan, mengingat tugas anggota kita cukup berat. Ya ini harapan, semoga harapan itu bisa terwujud,” pungkasnya.
Jayapura — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat seluruh provinsi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank…
Mimika – Personel Polsek Mimika Barat melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pengangkutan beras dan minyak…
WAMENA – Partai Gema Bangsa (PGB) menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mematangkan mesin partai di…
Wamena, 13 Mei 2026 – Kepolisian Resor Jayawijaya terus melakukan upaya maksimal dalam proses pencarian…
Wamena, 13 Mei 2026 – Satuan Reserse Narkoba Polres Jayawijaya menemukan tanaman narkotika golongan I…
JAKARTA-Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M dengan tegas memberikan klarifikasi terkait sejumlah…