Melianus Yatipai Ajak Masyarakat Paniai Jaga Persatuan di Tengah Perdebatan Pemekaran Kabupaten

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paniai, 19 Mei 2026 — Anggota DPRK Paniai, Melianus Yatipai, S.H, menegaskan bahwa isu pemekaran kabupaten di Tanah Papua masih menjadi topik hangat yang memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan sikap antara yang mendukung dan menolak pemekaran merupakan hal wajar dalam kehidupan demokrasi, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Papua.

Dalam keterangannya, Yatipai menjelaskan bahwa sebagian masyarakat menilai pemekaran daerah dapat membawa manfaat besar, seperti mendekatkan pelayanan pemerintah, mempercepat pembangunan, membuka akses infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah terpencil. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemekaran yang tidak dipersiapkan secara matang berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi administrasi, sumber daya manusia, maupun kemampuan pembiayaan daerah.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi. Tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan yang sudah diwariskan sejak dahulu. Kita harus tetap menjaga kebersamaan sebagai anak bangsa Papua,” tegas Yatipai.

Ia menekankan bahwa pemekaran daerah merupakan kewenangan pemerintah pusat yang diputuskan melalui mekanisme hukum dan pertimbangan menyeluruh. Pemerintah pusat, kata Yatipai, tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi juga kondisi sosial masyarakat, kemampuan finansial negara, serta dampak pembangunan jangka panjang bagi generasi Papua.

Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Papua Tengah, khususnya Kabupaten Paniai, untuk menyikapi isu pemekaran dengan tenang, bijaksana, dan penuh tanggung jawab. “Mari kita kedepankan dialog, musyawarah, dan diskusi dengan kepala dingin. Jangan sampai perbedaan pandangan politik atau kepentingan kelompok tertentu menimbulkan konflik antar suku, marga, maupun keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yatipai menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di tengah dinamika politik Papua. Ia berharap setiap perbedaan pendapat dapat menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat, tanpa mengorbankan nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan kebersamaan.

“Harapan saya, masyarakat Paniai, Papua Tengah bisa melihat pemekaran bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga dari dampak jangka panjang bagi pembangunan dan masa depan generasi muda. Papua harus tetap damai, maju, dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan
Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya
Gerbong Mutasi Bergerak, Wajah Baru Polda Papua Tengah Resmi Dilantik
Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya
Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink
HUT Polwan ke-78: Polwan Polres Jayawijaya Gelar Bakti Sosial di Pasar Potikelek
Kadis Kominfo Akbar: Internet Harus Jadi Sumber Belajar, Bukan Sekadar Hiburan
Bupati Yuni Wonda: Pendidikan Prioritas, Generasi Muda Harus Melek Teknologi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:42 WIT

OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIT

Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya

Jumat, 4 September 2026 - 22:25 WIT

Gerbong Mutasi Bergerak, Wajah Baru Polda Papua Tengah Resmi Dilantik

Kamis, 3 September 2026 - 18:24 WIT

Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIT

Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Berita Terbaru