Daerah

Masyarakat Nduga Serukan Bantuan Nasional untuk Pencarian Korban

Kenyam, 7 November 2025 — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Distrik Dal dan Mebarok, Kabupaten Nduga, pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 1 November 2025. Sebanyak 23 warga dilaporkan hanyut terbawa arus sungai Panpan, namun hingga kini baru lima jenazah berhasil ditemukan. Pencarian terhadap 18 korban lainnya masih terus dilakukan.

Tokoh agama setempat, Pdt. Eliaser Tabuni, menyampaikan harapan besar kepada seluruh pihak—mulai dari Pemda Nduga, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Pusat, BNPB RI, hingga TNI/Polri—untuk turut membantu proses pencarian.

“Kami ingin melihat dan menguburkan secara layak saudara-saudara kami yang belum ditemukan. Secara adat dan iman, mereka harus ditanamkan dengan hormat. Duka masih berlangsung, dan pencarian belum berhenti,” ujar Pdt. Eliaser dengan penuh haru.

Ia juga berharap bantuan sembako dari pemerintah terus disalurkan kepada keluarga korban dan masyarakat terdampak.

Selain itu Pdt. Eliaser meminta kepada Pemda Nduga, Provinsi Papua Pegunungan untuk segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak menuju Distrik Dal dari Mbua dan Wamena agar transportasi dapat lancar dan bantuan dapat disalurkan kelokasi bencana

Akses Terputus, Logistik Terganggu

Danpos Dal, Letda Inf Prabdi Susanto, menyampaikan bahwa kondisi medan pencarian sangat menantang. Selain faktor keamanan yang rawan, akses jalan dari Mbua menuju Dal rusak parah akibat bencana, sehingga distribusi logistik menjadi terhambat.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Tim kami terus berupaya melakukan pencarian, namun keterbatasan akses dan kondisi medan menjadi tantangan besar,” jelas Letda Prabdi.

Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan dan jembatan sangat mendesak agar bantuan kemanusiaan dan logistik bisa segera menjangkau masyarakat yang terdampak.

 Seruan Solidaritas Nasional

Masyarakat Dal dan Mebarok berharap tragedi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen bangsa. Mereka menyerukan solidaritas dan dukungan nyata agar proses pencarian korban dapat dipercepat dan kehidupan masyarakat bisa segera pulih.

“Kami tidak ingin dilupakan. Kami bagian dari Indonesia, dan kami percaya negara hadir untuk kami,” tutup Pdt. Eliaser.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kapolda Cup I 2026 Masuki Perempat Final, Empat Tim SMP Nabire Berebut Tiket ke Final

NABIRE – Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup I Tahun 2026 tingkat SMP se-Kabupaten…

18 jam ago

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Mimika Barat Ajak Jemaat Kokonao Jaga Kedamaian Menjelang Natal

MIMIKA – Menjelang perayaan Natal, Kapolsek Mimika Barat Ipda Muhamad Yani mengajak jemaat Gereja Katolik…

20 jam ago

Kapolres Dogiyai Pimpin Patroli Dialogis Jarak Jauh, TNI-Polri Perkuat Pengamanan dan Cegah Gangguan Kamtibmas di Dua Kampung

DOGIYAI – Memperkuat keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, Polres Dogiyai bersama TNI menggelar patroli…

22 jam ago

Bupati Aletinus dan Wabup FGT Resmikan Puskesmas Muara, Pelayanan Kesehatan Kini Diperkuat di Wilayah Perbatasan Lanny Jaya

MUARA, LANNY JAYA – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat…

2 hari ago

Detik-Detik Pesawat Caravan PK-LTF Keluar Landasan di Intan Jaya, Ban Diduga Terlepas Saat Menyentuh Runway dan Dua Penumpang Terluka

INTAN JAYA – Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir saat mendarat di Bandara…

2 hari ago

Polri Hadir untuk Masyarakat, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Serahkan Bantuan Sembako kepada Keluarga Korban Kebakaran di Distrik Muara

PUNCAK JAYA – Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Puncak Jaya…

2 hari ago