Daerah

Masyarakat Apawer Kabupaten Sarmi: “Kami Indonesia, Tapi Kami Terlupakan”

Sarmi, Papua — Masyarakat dari wilayah Apawer, Kabupaten Sarmi, menyuarakan harapan dan kekecewaan mereka terhadap lambatnya pembangunan dan pelayanan publik di daerah mereka, meski telah menjadi bagian dari Republik Indonesia selama lebih dari 80 tahun.

Dalam pernyataan terbuka, tokoh masyarakat Erick Bairi menegaskan bahwa warga Apawer telah menjalankan hak politik mereka dengan memilih presiden, gubernur, dan bupati. Namun, janji-janji pembangunan yang datang melalui program Otonomi Khusus (Otsus) belum benar-benar menyentuh kehidupan mereka.

“Kami hidup dalam keterisolasian. Hak anak-anak kami untuk sekolah sulit, kesehatan pun susah, dan pelayanan publik lainnya belum memadai,” ujar Erick.

Seruan kepada Pemerintah dan DPR

Erick Bairi secara khusus meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupatenn Sarmi dan DPR Papua dan Pemda Kabupaten Sarmi untuk turun langsung ke Apawer dan melihat kondisi masyarakat secara nyata.

“Mereka warga negara Indonesia yang diajarkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka punya hak yang sama untuk dibangun oleh negara ini,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa bantuan kemanusiaan bisa dikirim ke negara lain, sementara warga Apawer yang merupakan bagian sah dari Indonesia justru dilupakan.

Kekayaan Alam Diambil, Rakyat Tak Merasakan

Masyarakat Apawer juga menyoroti eksploitasi sumber daya hutan yang dilakukan untuk kepentingan negara, namun tidak memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga lokal.

“Kami sudah berkali-kali mengutus perwakilan untuk menyuarakan kondisi ini, tapi tidak didengar,” tambah Erick.

Harapan untuk Papua Cerdas dan Papua Sehat

Erick berharap janji kampanye Gubernur Papua tentang “Papua Cerdas” dan “Papua Sehat” tidak hanya menjadi slogan indah, tetapi benar-benar diwujudkan hingga ke pelosok seperti Apawer.

“Kalau masih ada wilayah gelap tanpa listrik dan pelayanan dasar, apakah layak disebut Indonesia Emas 2045? Bagi saya, itu Jakarta Emas, bukan Indonesia Emas,” tutupnya.

Seruan Keadilan Pembangunan

Dalam kondisi keuangan nasional yang menuntut efisiensi, Erick meminta pemerintah pusat dan daerah untuk tetap bijak dan adil dalam memperhatikan seluruh pelosok negeri.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Mimika Barat Ajak Jemaat Kokonao Jaga Kedamaian Menjelang Natal

MIMIKA – Menjelang perayaan Natal, Kapolsek Mimika Barat Ipda Muhamad Yani mengajak jemaat Gereja Katolik…

2 jam ago

Kapolres Dogiyai Pimpin Patroli Dialogis Jarak Jauh, TNI-Polri Perkuat Pengamanan dan Cegah Gangguan Kamtibmas di Dua Kampung

DOGIYAI – Memperkuat keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, Polres Dogiyai bersama TNI menggelar patroli…

4 jam ago

Bupati Aletinus dan Wabup FGT Resmikan Puskesmas Muara, Pelayanan Kesehatan Kini Diperkuat di Wilayah Perbatasan Lanny Jaya

MUARA, LANNY JAYA – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat…

23 jam ago

Detik-Detik Pesawat Caravan PK-LTF Keluar Landasan di Intan Jaya, Ban Diduga Terlepas Saat Menyentuh Runway dan Dua Penumpang Terluka

INTAN JAYA – Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir saat mendarat di Bandara…

1 hari ago

Polri Hadir untuk Masyarakat, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Serahkan Bantuan Sembako kepada Keluarga Korban Kebakaran di Distrik Muara

PUNCAK JAYA – Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Puncak Jaya…

1 hari ago

Maximus Tipagau Bantah Terlibat sebagai Penyelenggara Seminar Potensi Mineral dan Migas Papua, Perusahaan Minta Klarifikasi Terbuka

NABIRE – Maximus Tipagau melalui pihak perusahaannya memberikan klarifikasi atas tudingan sejumlah pemuda yang menyebut…

2 hari ago