Mulia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak Jaya, menyuarakan harapan besar agar momentum perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi perekat persaudaraan masyarakat di tengah tantangan keamanan dan pembangunan yang masih di hadapi di daerah Papua Pegunungan terlebih khusus di Kabupaten Puncak Jaya.
Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak Jaya, Maichel Wonorengga, menyampaikan bahwa nilai-nilai Natal seperti kasih, damai, dan pengorbanan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga keharmonisan antar sesama dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Menurutnya, persaudaraan yang kuat merupakan modal utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Puncak Jaya. Dengan kebersamaan dan saling menghormati, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara lebih baik.
“Natal adalah momentum emas untuk memperkuat tali persaudaraan antarwarga, termasuk mengurangi konflik horizontal yang sering muncul akibat isu kesenjangan sosial,” ungkap Maichel kepada wartawan, Selasa (16/12/2025)
Maichel menyampaikan DPRD Puncak Jaya mendorong momentum Natal 2025 sebagai wadah rekonsiliasi untuk meredam konflik, dengan fasilitasi doa bersama di gereja-gereja dan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Mari gunakan perayaan ini untuk refleksi, saling memaafkan, dan membangun Puncak Jaya yang damai tanpa kekerasan. Melalui momentum Natal ini kita harus membangun komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan yang sejalan dengan visi Bupati, Obelom Eruwok (Mari Kita Membangun Daerah),” lugasnya.
Maichel yang juga Ketua Gamki Puncak Jaya juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan khidmat dan penuh sukacita. Selain itu, masyarakat diimbau untuk saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama.
“Kami mengajak seluruh aparat dan masyarakat berkolaborasi menjaga stabilitas wilayah, menghindari provokasi yang bisa memicu kerusuhan horizontal akibat ketimpangan sosial. Keamanan adalah prasyarat utama agar perayaan berjalan lancar, membawa damai bagi kita semua,” tutupnya.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















