Longsor Sarawandori Direspons Cepat Pemerintah Daerah

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERUI-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bergerak cepat menangani musibah tanah longsor yang melanda Kampung Sarawandori I, Distrik Kosiwo Kabupaten Kep. Yapen. Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, bersama Plt. Sekretaris Daerah Harold Weno dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako bagi keluarga terdampak.

Musibah tanah longsor yang terjadi pada 26 Agustus 2025 lalu, dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 02.00 hingga 07.12 WIT. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut merusak dua rumah warga di RT 02 dan RT 01 Sarawandori Satu.

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Roi Palunga menegaskan bahwa pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk memulihkan akses warga.

“Situasi bencana di Sarawandori ini memang sangat memprihatinkan. Pemerintah harus bergerak cepat untuk membersihkan material longsoran agar akses masyarakat segera pulih. Kami berharap minggu depan jalur ini sudah bisa kembali terbuka,” ujar Roi Palunga.

Sejumlah personel dari Dinas PUPR, BPBD, serta dinas teknis lainnya dikerahkan bersama masyarakat untuk membersihkan material longsor di lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Yapen, Drs. Jhon Muai, menjelaskan bahwa longsor dipicu faktor cuaca ekstrem dan kondisi lereng yang rawan.

“Hujan deras yang berlangsung lebih dari lima jam membuat tanah menjadi jenuh hingga akhirnya longsor. Kondisi lereng yang curam, ditambah aktivitas manusia seperti penebangan pohon, memperburuk situasi,” ungkap Jhon Muai.

Ia menegaskan, bencana ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Yapen untuk lebih waspada, khususnya mereka yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng gunung.

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada, karena cuaca ekstrem masih sering terjadi. BPBD bersama dinas terkait terus melakukan pemantauan dan siap menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan korban bencana,” tambahnya.

Dua rumah yang rusak berat dihuni beberapa keluarga korban. Meski harta benda mengalami kerusakan, para korban tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa.

Dengan penyaluran bantuan darurat dan gotong royong pembersihan material longsor, Pemkab Yapen berupaya memastikan kehidupan warga segera pulih. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru