Kopi Papua Bukan Sekadar Minuman, Tapi Masa Depan Ekonomi Daerah

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 8 Januari 2026 — Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom S,Pd yang digelar di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEP Otsus) Papua menyoroti dua isu strategis: potensi besar kopi di Tanah Papua dan pentingnya pemberdayaan guru Orang Asli Papua (OAP).

Paulus Waterpauw, anggota KEP Otsus Papua, menyampaikan keyakinannya bahwa kopi Papua memiliki daya saing tinggi di pasar global. “Kopi Papua diminati bukan hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai negara. Ini potensi besar yang harus dikelola dengan baik,” tegasnya di hadapan Ketua KEP Otsus Velix Wanggai, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, dan delapan pimpinan komite lainnya.

 Kopi Papua: Emas Hitam dari Timur Indonesia

Waterpauw menekankan pentingnya pengembangan kopi secara terencana dan menyeluruh. Mulai dari pembiayaan, pelatihan petani, hingga pengolahan pascapanen, semua membutuhkan investasi besar dan dukungan lintas sektor. Ia juga mengingatkan bahwa kopi Papua bukan milik segelintir pihak, melainkan aset ekonomi daerah yang harus didorong bersama.

Namun, tantangan fiskal menjadi batu sandungan. Keterbatasan dana Otonomi Khusus dan Dana Alokasi Umum membuat daerah kesulitan mengembangkan potensi ini. “Kepala daerah harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan wakil menteri di Jakarta agar ada dukungan konkret,” ujar Waterpauw.

 Guru OAP: Pilar Masa Depan Pendidikan Papua

Tak hanya ekonomi, Waterpauw juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mengontrak guru-guru dari kalangan Orang Asli Papua. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat layanan pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi pemuda lokal.

“Usia dini ini sangat menentukan. Dari merekalah perubahan mendasar bisa dimulai,” katanya. Ia menambahkan bahwa selama ini banyak daerah di Papua masih bergantung pada guru kontrak dari luar, padahal banyak anak muda Papua yang siap diberdayakan.

Waterpauw juga mendorong adanya pelatihan atau pendidikan singkat bagi guru OAP agar kualitas pengajaran tetap terjaga. Skema ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat sektor pendidikan dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja luar.

 Papua Pegunungan: Fokus pada Potensi Lokal

Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam mempercepat pembangunan Papua Pegunungan. Dengan mengangkat isu-isu krusial seperti pengembangan komoditas unggulan dan kebijakan afirmatif di sektor pendidikan, KEP Otsus Papua menunjukkan komitmennya untuk membangun Papua dari akar rumput.

“Sinergi lintas kementerian dan lembaga sangat diperlukan. Kita harus bekerja bersama untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal,” pungkas Waterpauw.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Tim Paulus Waterpauw

Berita Terkait

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya
Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah
Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara
Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran
Arsip Keluarga, Identitas dan Perlindungan Hukum: Pesan Sosialisasi di Mulia
Bupati Nduga Resmi Buka RAPIM dan MUSDA KNPI, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan
Polresta Jayapura Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Satu Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:39 WIT

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIT

Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:59 WIT

Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:36 WIT

Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:26 WIT

Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran

Berita Terbaru