Wamena, 19 Februari 2026– Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan resmi ditutup oleh Ketua Harian KONI Papua Pegunungan, Paul Wetipo.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tanggal 18–19 Februari 2026, tersebut dilaksanakan di Hotel Baliem Pilamo. Bimtek ini menjadi langkah awal yang dinilai strategis dalam mempersiapkan organisasi dan atlet menuju Pra PON 2027 hingga PON XXII 2028 di NTB-NTT.
Paul Wetipo menyampaikan bahwa selama dua hari pelaksanaan, berbagai materi penting telah diberikan kepada seluruh bidang. Ia menegaskan bahwa kini setiap bidang telah memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), prioritas kerja, serta jadwal kerja yang telah disusun mulai dari sekarang hingga tahun 2027 dalam rangka persiapan Pra PON dan PON.
“Dengan berakhirnya bimtek ini, masing-masing bidang sudah mengetahui tupoksinya. Kita juga sudah melihat jadwal kerja mulai besok sampai 2027, termasuk persiapan Pra PON dan PON. Ini adalah langkah awal yang sangat baik dan kami berharap akan mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Paul Wetipo.
Ia menjelaskan bahwa agenda terdekat yang akan dilakukan adalah pendataan ulang para atlet Papua Pegunungan. Selain itu, secara organisasi akan dilakukan seleksi cabang olahraga (cabor) prioritas. Dari 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON mendatang, Papua Pegunungan telah mengidentifikasi sekitar 20 cabor yang berpotensi untuk diikutsertakan.
Namun, dari 20 cabor tersebut akan dilakukan seleksi lanjutan dengan mempertimbangkan kesiapan administrasi dan perizinan. KONI juga memastikan akan membantu cabang olahraga yang belum memiliki kelengkapan izin agar segera memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut, delapan kabupaten di Papua Pegunungan diminta segera melengkapi struktur kepengurusan. Setelah proses seleksi selesai, akan dilakukan pelantikan resmi, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) untuk menetapkan cabang olahraga yang menjadi prioritas.
Untuk mempercepat seluruh agenda tersebut, KONI akan membentuk tim khusus yang bekerja secara profesional guna mendukung setiap bidang agar berjalan efektif dan terarah.
Dalam kesempatan itu, Paul Wetipo juga mengajak para atlet asal Papua Pegunungan yang saat ini masih terdaftar di provinsi lain, namun sebelumnya telah mewakili dan mengharumkan nama Papua Pegunungan pada PON di Aceh, agar segera kembali dan mendaftarkan diri.
“Kami mengajak semua atlet Papua Pegunungan untuk segera kembali dan mendaftarkan diri. Jika ada administrasi yang perlu diselesaikan, itu menjadi tanggung jawab kami. Mari kita bersatu membangun prestasi dan membawa nama baik Papua Pegunungan,” pungkasnya.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















