Konflik Kwamki Narama Telan Korban Jiwa, Maximus Tipagau Minta Pemerintah Bertindak Tegas

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA – Tokoh Pemuda Papua Maximus Tipagau angkat bicara atas konflik antar masyarakat yang terjadi Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak mengambil sikap tegas dan serius untuk menyelesaikan konflik yang telah memakan korban jiwa.

“Konflik ini telah berlangsung sejak Oktober 2025 dan menimbulkan korban jiwa serta mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Maka dari itu pemerintah daerah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk hadir dan menjadi penengah. Konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut sampai menimbulkan banyak korban,” ungkap Maximus, Senin (5/1/2026).

Maximus yang sebelumnya ikut dalam kontestasi Pilkada Mimika menekankan peran aparat kepolisian untuk meredam konflik serta menangkap dan menindak para aktor utama di balik konflik tersebut. Hal itu diutarakannya menyusul dalam dua hari ini konflik memakan korban jiwa hingga meregang nyawa.

“Penegakan hukum tidak boleh setengah hati. Kepala perang dari kedua kubu harus segera ditangkap dan diproses hukum. Negara harus hadir dan menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum,” tegasnya.

Maximus yang juga Ketua Partai Perindo Kabupaten Mimika memaparkan, dalam catatannya sudah ada 10 korban jiwa, termasuk korban luka dari unsur kepolisian. Ia juga berharap kedua kepala daerah membuka kembali ruang dialog dengan mengedepankan hukum positif tanpa mengabaikan hukum adat.

“Pendekatan keamanan semata tidak cukup. Namun kita perlu adanya pendekatan humanis dan musyawarah adat akan melahirkan perdamaian yang lebih kokoh dan berkelanjutan dibanding sekadar penjagaan aparat,” lugasnya.

Maximus juga mengingatkan bahwa pembiaran konflik berlarut-larut akan merusak kredibilitas pemerintah daerah dan menghambat pembangunan di Papua Tengah. “Stabilitas pembangunan tidak akan terwujud selama konflik horizontal seperti ini tidak diselesaikan hingga ke akar masalah,” katanya.

Selain aspek keamanan, Maximus juga menyoroti lemahnya pendataan administrasi kependudukan di wilayah konflik. Ia meminta Pemkab Mimika melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan status warga.

“Harus jelas mana warga ber-KTP Mimika dan mana warga Kabupaten Puncak atau warga daerah lainnya. Ini penting agar ketika konflik terjadi tidak saling lempar tanggung jawab antar pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar tradisi konflik yang masih membayangi masyarakat setempat dialihkan menjadi festival budaya sebagai kearifan lokal yang edukatif, termasuk menghidupkan kembali Festival Kamoro Kakuru.

“Dengan dukungan Otonomi Khusus dan APBD Mimika yang besar, masyarakat asli Papua harus merasakan keamanan, kesejahteraan, dan penghormatan atas hak-haknya,” tuturnya.

 

 

Penulis : Roy

Editor : Gin

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Datangi Keluarga Korban Penikaman di Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Tersangka Diproses Hukum
Gereja Bersatu: Hentikan Militerisasi, Utamakan Dialog di Papua
Kunjungan Kapolres ke Kejari Mimika, Momentum Tingkatkan Koordinasi Penegakan Hukum
Wamendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Rencana Aksi Percepatan Dana Otsus
Korwil Mahasiswa Studi Diminta Jujur, Pemerintah Lanny Jaya Siap Tindak Tegas Jika Ada Manipulasi
Pj Sekda Yapen Pimpin Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Bantuan Gizi Disalurkan di Ambai
Kembali ke Tanah Kamoro, Menjadi Kapolres Mimika Adalah Cita-Cita AKBP Alredo Rumbiak
Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini Silaturahmi ke Kejati Papua, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:57 WIT

Datangi Keluarga Korban Penikaman di Pomako, Kapolres Mimika Pastikan Tersangka Diproses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:07 WIT

Gereja Bersatu: Hentikan Militerisasi, Utamakan Dialog di Papua

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:29 WIT

Kunjungan Kapolres ke Kejari Mimika, Momentum Tingkatkan Koordinasi Penegakan Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:56 WIT

Wamendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Rencana Aksi Percepatan Dana Otsus

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:50 WIT

Korwil Mahasiswa Studi Diminta Jujur, Pemerintah Lanny Jaya Siap Tindak Tegas Jika Ada Manipulasi

Berita Terbaru