Konflik di Jayawijaya Belum Sepenuhnya Selesai, Pemda Lanny Jaya, Jayawijaya dan Yahukimo Diminta Duduk Bersama

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA-9 Juli 2026 – Tokoh intelektual Kabupaten Lanny Jaya, Dulius Wanimbo, kembali mengingatkan seluruh pihak bahwa konflik antar-suku di Jayawijaya dan wilayah Papua Pegunungan belum sepenuhnya tuntas. Meski beberapa langkah meredam ketegangan telah dilakukan, ia menegaskan bahwa penyelesaian menyeluruh masih sangat diperlukan demi masa depan generasi Papua.

Dalam pernyataannya, Dulius menyoroti kasus kebakaran rumah warga di Wouma yang sudah terjadi dua kali tanpa kejelasan. Ia mendesak aparat keamanan segera mengungkap pelaku dan kronologi peristiwa tersebut. “Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketakutan. Keadilan harus ditegakkan agar warga merasa aman di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Ia juga meminta Wamen Ribka Haluk meninjau ulang mekanisme penyelesaian konflik melalui jalur adat dan budaya. Menurutnya, pendekatan adat adalah jalan yang paling sesuai dengan karakter masyarakat Papua Pegunungan. “Adat bukan sekadar simbol, tetapi fondasi yang menjaga kita tetap bersaudara,” ujarnya.

Dulius mendorong Gubernur Papua Pegunungan bersama para bupati Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Yahukimo untuk duduk bersama mencari solusi permanen. Ia menekankan pentingnya payung hukum yang jelas, seperti peraturan daerah (Perda), agar generasi Papua Pegunungan memiliki kepastian dan perlindungan di masa depan. “Konflik ini jangan dianggap biasa. Jika dibiarkan, dampaknya bisa menghancurkan generasi yang akan datang,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya keterlibatan menyeluruh dari pemerintah, gereja, tokoh masyarakat, dan kalangan intelektual. “Kita semua punya tanggung jawab. Pemerintah, gereja, tokoh adat, dan intelektual harus bersatu. Jangan biarkan perdamaian hanya menjadi wacana, tetapi wujud nyata di kehidupan sehari-hari,” serunya.

“Kita harus saling jaga, saling lindungi. Masyarakat Papua jumlahnya sedikit, mari bergandengan tangan, saling sayang, dan saling menjaga kebersamaan ini. Jangan biarkan api konflik memisahkan kita, karena hanya dengan kasih dan persaudaraan kita bisa membangun Papua Pegunungan yang damai.”Ungkap Tokoh Muda Lanny Jaya yang vokal suarakan suara masyarakat ini.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa kedamaian bukan sekadar harapan, melainkan sebuah komitmen bersama. Harapan besar kini tertuju pada sinergi pemerintah, tokoh adat, gereja, dan masyarakat untuk memastikan Papua Pegunungan benar-benar bebas dari bayang-bayang konflik

Berita Terkait

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya
Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah
Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara
Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran
Arsip Keluarga, Identitas dan Perlindungan Hukum: Pesan Sosialisasi di Mulia
Bupati Nduga Resmi Buka RAPIM dan MUSDA KNPI, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan
Polresta Jayapura Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Satu Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:39 WIT

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIT

Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:59 WIT

Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:36 WIT

Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:26 WIT

Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran

Berita Terbaru