Kodim 1702 dan Keluarga Frengky Kogoya Capai Kesepakatan Adat, Hindari Konflik Baru

- Penulis

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 19 November 2025 — Setelah melalui proses mediasi yang panjang dan intensif, Kodim 1702/Jayawijaya bersama keluarga korban Frengky Kogoya akhirnya menyepakati penyelesaian denda adat sebesar Rp500 juta. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan kedua yang digelar pada Rabu (19/11/2025), sebagai bentuk penyelesaian adat atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Frengky Kogoya.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1702 Jayawijaya, Letkol Arh. Reza Ch. A. Mamoribo, menjelaskan bahwa proses mediasi telah dilakukan sebanyak dua kali. Pada pertemuan pertama yang berlangsung Sabtu lalu, keluarga korban mengajukan tuntutan denda adat sebesar Rp7,5 miliar. Setelah negosiasi, angka tersebut turun menjadi Rp5 miliar, lalu Rp1,5 miliar, hingga akhirnya disepakati Rp500 juta.

“Kami menyampaikan kesanggupan dua terduga pelaku sebesar Rp200 juta, namun setelah dialog panjang, keluarga korban menerima Rp500 juta sebagai bentuk penyelesaian adat,” ujar Letkol Reza.

Penyerahan dana dilakukan secara tunai dan disertai penandatanganan surat pernyataan di atas materai oleh pihak Kodim, keluarga korban, dan saksi. Kesepakatan ini menjadi dasar perdamaian antara kedua belah pihak dan diharapkan dapat mencegah munculnya konflik lanjutan.

Namun demikian, Letkol Mamoribo menegaskan bahwa penyelesaian adat tidak menghentikan proses hukum terhadap dua oknum anggota TNI yang diduga terlibat, yakni Sertu SA dan Serda FR. Keduanya tetap akan diproses secara hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban dan efek jera.

“Kami tegaskan bahwa pembayaran denda adat tidak menghentikan proses hukum. Ini penting untuk menjaga integritas dan disiplin prajurit,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Frengky Kogoya yang diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), diduga mengalami penganiayaan dan penembakan menggunakan senapan angin. Selain dua anggota TNI, seorang warga sipil berinisial DD yang memiliki senapan angin juga disebut terlibat. Status hukum DD diserahkan kepada keluarga korban untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kodim 1702 Jayawijaya menyatakan komitmennya untuk terbuka dalam aspek hukum dan komunikasi publik, serta mengundang media untuk memastikan informasi yang beredar tidak simpang siur.

“Kami ingin semua terang benderang. Proses hukum akan membuktikan penyebab pasti kematian korban,” tutup Letkol Reza Mamoribo.

Penyelesaian ini menjadi contoh penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog, transparansi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat, sekaligus menegaskan komitmen institusi terhadap penegakan hukum.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar
DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya
Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis
Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:42 WIT

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:31 WIT

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:21 WIT

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru