Papua

Kisah Herman Hisage di Penamatan Sekolah GKI Efesus Tomisa: Modal Rp2.000, Hikmat Tuhan, dan Konsistensi Pelayanan

Wamena – Acara Syukuran Penamatan siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA dari Jemaat GKI Efesus Tomisa berlangsung khidmat dan penuh haru. Namun, suasana berubah menjadi begitu membakar semangat ketika Anggota DPRK Jayawijaya, Herman Hisage, tampil di depan untuk memberikan pesan dan kesaksian hidupnya.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra yang kini duduk di Komisi C DPRK Jayawijaya ini, membagikan kisah masa lalunya yang penuh lika-liku sebagai refleksi mendalam bagi para lulusan, orang tua, dan seluruh jemaat yang hadir.

Hikmat Tuhan dalam Keterbatasan :

Kisah Mantan Penjual Koran

Dengan penuh kerendahan hati, Herman Hisage mengisahkan bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari fasilitas yang mewah, melainkan dari bagaimana seseorang menangkap hikmat yang diberikan oleh Tuhan.

“Tuhan kasih hikmat saya di situ, bukan sekolah tinggi-tinggi awalnya. tapi Tuhan kasih saya hikmat jadi penjual koran Cenderawasih Pos (Cepos) dan majalah,” kenang Herman di hadapan para jemaat.

Ia menceritakan bagaimana setiap harinya ia menjual koran seharga Rp12.000, di mana Rp10.000 disetor ke agen dan Rp2.000 menjadi keuntungan pribadinya.

Dari uang recehan Rp2.000 yang dikumpulkan dengan tekun dan sabar itulah, Herman perlahan-lahan bisa mandiri, bahkan hingga mampu membeli mobil sendiri dari hasil keringatnya sebagai penjual koran.

“Bukan karena orang tua tidak mampu, tapi mungkin Tuhan kasih hikmat itu bukan lewat sekolah formal yang tinggi dulu, tapi lewat jalan yang lain,” tambahnya.

Herman menekankan bahwa setiap orang memiliki garis waktu dan cara Tuhan tersendiri untuk membentuk mentalitas mereka.

Karier Politik, Pelayanan Tanpa Upah, dan Mentor Rohani :

Perjalanan hidup Herman Hisage terus berkembang, dari sektor informal, ia kemudian dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa (Kepala Kampung) Sumunikama dalam perjalanannya, ia mengakui peran besar dari lingkungan Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua Klasis Pugima, dan para mentor politiknya, termasuk bimbingan yang ia terima dari sosok Yohanes Itlay di Tomisa yang membentuk karier politiknya hingga berhasil duduk di kursi DPRK Jayawijaya (Dapil 4).

Satu hal yang paling menyentuh dari kesaksiannya adalah ketika ia menceritakan masa-masa di mana ia terjun dalam pelayanan gereja selama 23 tahun.

 

“Saya bekerja dalam pelayanan Tuhan, 23 tahun itu tanpa honor, saya kerja dengan hati saya,” tegasnya.

Bagi Herman, pelayanan yang tulus dan kesetiaan pada perkara-perkara kecil adalah fondasi utama sebelum Tuhan mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar di lembaga legislatif seperti sekarang.

Pesan Tegas Herman Hisage untuk Gereja dan Generasi Muda Itlay Hisage

Menutup kesaksiannya, Herman Hisage memberikan dua nasihat emas yang sangat bermakna, khususnya bagi anak-anak yang baru saja menamatkan sekolah dan juga bagi pihak gereja :

1. Gereja Harus Fokus Melahirkan Kader, Herman mengingatkan dengan tegas bahwa gereja tidak boleh pasif. Gereja harus aktif memperhatikan anak-anak muda dan mempersiapkan kaderisasi yang kuat.

2. Jangan Coba-Coba dengan Hal Negatif (Miras dan Narkoba) Kepada para siswa yang baru lulus, Herman memberikan peringatan keras agar tidak merusak masa depan mereka dengan pergaulan bebas dan zat adiktif.

Ia berpesan agar anak-anak Tomisa mengutamakan rasa takut akan Tuhan, tetap setia berada di dalam lingkungan gereja, dan fokus menata masa depan dengan belajar yang tekun.

Pesan ini bukan hanya Tomisa, tetapi semua kampung yang ada se-Distrik Itlay Hisage  harus fokus melahirkan kader, baik dari Gereja maupun Pemerintahan, karena keduanya adalah sangat penting bagi Wilayah Distrik Itlay Hisage. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Berbagi Kasih untuk Jemaat GKII Antiokhia Sugapa

Sugapa – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya melaksanakan…

7 jam ago

Bawa Semangat dari Pesisir, Tim Mini Soccer SD YPPK Kokonao Siap Guncang Kapolda Cup 2026

Timika – Tim mini soccer SD YPPK Kokonao menyatakan siap mengikuti Turnamen Mini Soccer Kapolda…

7 jam ago

Kapolda Papua Tengah Tegaskan Pembinaan Usia Dini Fondasi Atlet Hebat Masa Depan

Timika – Komitmen Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga…

21 jam ago

Bupati Wilem Wandik: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Tolikara

BALI, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Tolikara menyampaikan apresiasi atas penghargaan nasional Indonesia People’s…

1 hari ago

Ketua PKK Tolikara Ny.Elisabet Wandik Terima Indonesia People’s Choice Awards 2026

BALI, 13 Juni 2026 – Kabupaten Tolikara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ketua Tim…

1 hari ago

11 Pejabat Baru, Papua Pegunungan Mantapkan Reformasi Birokrasi

WAMENA –11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengikuti Prosesi pengambilan…

2 hari ago