Kisah Herman Hisage di Penamatan Sekolah GKI Efesus Tomisa: Modal Rp2.000, Hikmat Tuhan, dan Konsistensi Pelayanan

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena – Acara Syukuran Penamatan siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA dari Jemaat GKI Efesus Tomisa berlangsung khidmat dan penuh haru. Namun, suasana berubah menjadi begitu membakar semangat ketika Anggota DPRK Jayawijaya, Herman Hisage, tampil di depan untuk memberikan pesan dan kesaksian hidupnya.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra yang kini duduk di Komisi C DPRK Jayawijaya ini, membagikan kisah masa lalunya yang penuh lika-liku sebagai refleksi mendalam bagi para lulusan, orang tua, dan seluruh jemaat yang hadir.

Hikmat Tuhan dalam Keterbatasan :

Kisah Mantan Penjual Koran

Dengan penuh kerendahan hati, Herman Hisage mengisahkan bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari fasilitas yang mewah, melainkan dari bagaimana seseorang menangkap hikmat yang diberikan oleh Tuhan.

“Tuhan kasih hikmat saya di situ, bukan sekolah tinggi-tinggi awalnya. tapi Tuhan kasih saya hikmat jadi penjual koran Cenderawasih Pos (Cepos) dan majalah,” kenang Herman di hadapan para jemaat.

Ia menceritakan bagaimana setiap harinya ia menjual koran seharga Rp12.000, di mana Rp10.000 disetor ke agen dan Rp2.000 menjadi keuntungan pribadinya.

Dari uang recehan Rp2.000 yang dikumpulkan dengan tekun dan sabar itulah, Herman perlahan-lahan bisa mandiri, bahkan hingga mampu membeli mobil sendiri dari hasil keringatnya sebagai penjual koran.

“Bukan karena orang tua tidak mampu, tapi mungkin Tuhan kasih hikmat itu bukan lewat sekolah formal yang tinggi dulu, tapi lewat jalan yang lain,” tambahnya.

Herman menekankan bahwa setiap orang memiliki garis waktu dan cara Tuhan tersendiri untuk membentuk mentalitas mereka.

Karier Politik, Pelayanan Tanpa Upah, dan Mentor Rohani :

Perjalanan hidup Herman Hisage terus berkembang, dari sektor informal, ia kemudian dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa (Kepala Kampung) Sumunikama dalam perjalanannya, ia mengakui peran besar dari lingkungan Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua Klasis Pugima, dan para mentor politiknya, termasuk bimbingan yang ia terima dari sosok Yohanes Itlay di Tomisa yang membentuk karier politiknya hingga berhasil duduk di kursi DPRK Jayawijaya (Dapil 4).

Satu hal yang paling menyentuh dari kesaksiannya adalah ketika ia menceritakan masa-masa di mana ia terjun dalam pelayanan gereja selama 23 tahun.

 

“Saya bekerja dalam pelayanan Tuhan, 23 tahun itu tanpa honor, saya kerja dengan hati saya,” tegasnya.

Bagi Herman, pelayanan yang tulus dan kesetiaan pada perkara-perkara kecil adalah fondasi utama sebelum Tuhan mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar di lembaga legislatif seperti sekarang.

Pesan Tegas Herman Hisage untuk Gereja dan Generasi Muda Itlay Hisage

Menutup kesaksiannya, Herman Hisage memberikan dua nasihat emas yang sangat bermakna, khususnya bagi anak-anak yang baru saja menamatkan sekolah dan juga bagi pihak gereja :

1. Gereja Harus Fokus Melahirkan Kader, Herman mengingatkan dengan tegas bahwa gereja tidak boleh pasif. Gereja harus aktif memperhatikan anak-anak muda dan mempersiapkan kaderisasi yang kuat.

2. Jangan Coba-Coba dengan Hal Negatif (Miras dan Narkoba) Kepada para siswa yang baru lulus, Herman memberikan peringatan keras agar tidak merusak masa depan mereka dengan pergaulan bebas dan zat adiktif.

Ia berpesan agar anak-anak Tomisa mengutamakan rasa takut akan Tuhan, tetap setia berada di dalam lingkungan gereja, dan fokus menata masa depan dengan belajar yang tekun.

Pesan ini bukan hanya Tomisa, tetapi semua kampung yang ada se-Distrik Itlay Hisage  harus fokus melahirkan kader, baik dari Gereja maupun Pemerintahan, karena keduanya adalah sangat penting bagi Wilayah Distrik Itlay Hisage. (*)

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas
Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam
Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno
RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI
Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon
Pemberantasan Kejahatan Terus Digencarkan, Kejari Jayawijaya Musnahkan Barang Bukti dari 59 Kasus yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap
Sekda Papua Pegunungan Buka Rakor DPRK Mekanisme Pengangkatan, Dorong Pengawasan Otsus dan Pengelolaan Dana yang Transparan
Polres Jayawijaya dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Belakang Pasar Misi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:50 WIT

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 15:38 WIT

Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35 WIT

Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno

Jumat, 6 November 2026 - 15:34 WIT

RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI

Jumat, 6 November 2026 - 12:51 WIT

Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon

Berita Terbaru