Daerah

Kadistrik Pastikan Informasi Adanya Penyerangan di Waris Sama Sekali Tidak Benar

ARSO-Kepala Distrik Waris, Samuel Ibe, menegaskan bahwa berita tentang penyerangan terhadap dua pedagang di Distrik Waris pada Sabtu, 2 September lalu, adalah berita bohong atau hoax dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan bahwa setelah dilakukan patroli dan cek lapangan, tidak ada masyarakat yang dianiaya dan kondisi Distrik Towe aman.

Ia juga menyatakan bahwa keadaan di Distrik Waris saat ini berada dalam keadaan aman dan proses perekonomian berjalan dengan baik. Selama ini, masyarakat yang berjualan di daerah Waris aman dan bahkan sampai malam hari aman saja dan tidak ada gangguan lain.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa berita yang beredar adalah upaya untuk membatalkan pembangunan yang sedang dilakukan di Distrik Waris. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah upaya yang disengaja untuk memperkeruh suasana Keerom dan khususnya Distrik Waris. Bupati Keerom saat ini tengah berusaha membangun Waris dan membangun Kantor Bupati di Waris.

Untuk itu, ia meminta agar upaya untuk menggagalkan pembangunan tersebut dihentikan. Kondisi Waris saat ini baik-baik saja dan tidak ada gangguan apapun.

“Ini ada yang bermain yang berusaha memperkeruh suasana Keerom dan khususnya Distrik Waris dan Bupati Keerom saat ini berusaha membangun Waris dan membangun Kantor Bupati di Waris. Ini saya informasi inikan berusaha menggagalkan pembangunan yang ada dan saya tegaskan hentikan dan kondisi Waris sampai saat ini baik-baik saja,”Pungkasnya.

Sebelumnya, telah beredar informasi di media sosial tentang serangan terhadap dua orang di Distrik Waris pada 2 September lalu. Namun, hal ini dibantah oleh Kapolres Keerom AKBP Christian Aer SH. SIK yang mengatakan bahwa tidak ada kejadian di Distrik Waris Kabupaten Keerom seperti yang diberitakan. Berdasarkan hasil pantauan dan monitoring langsung dilapangan oleh kepolisian sejak tanggal 2 hingga 4 September, tidak ada kejadian seperti yang diberitakan tersebut.

Untuk itu, masyarakat diminta selalu berhati-hati dalam menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih lagi di media sosial. Masyarakat harus memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut sebelum menyebarluaskannya. Berita hoax dapat merugikan pihak-pihak yang dirugikan oleh berita tersebut dan dapat memperkeruh suasana di suatu daerah. Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama menghindari penyebaran berita hoax dan selalu berhati-hati dalam menyebar informasi.(gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kapolda Papua Tengah Turunkan Tim Khusus Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda

Paniai — Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menurunkan tim yang di pimpin Dirreskrimum…

1 jam ago

Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN, Menteri ATR/BPN Dorong SDM Profesional dan Berintegritas

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 568…

5 jam ago

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya…

5 jam ago

Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong perpustakaan di daerah itu bertransformasi…

5 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar untuk 1.674 Mahasiswa

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan…

7 jam ago

Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Papua Tengah, Dorong Tata Kelola Transparan

Nabire — Polda Papua Tengah menerima kunjungan tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri untuk pelaksanaan…

10 jam ago