WAMENA, 7 Mei 2026 — Gereja Pekabaran Injil (GPI) “Jalan Suci” Wamena menggelar kegiatan Pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Protokoler yang berlangsung di Gedung Yerusalem Jemaat Eden, Wamena, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari kalangan pemuda, remaja, hingga kaum ibu jemaat di lingkungan GPI “Jalan Suci” Wamena.
Pelatihan ini menghadirkan Sdri. Salomina Gobay sebagai narasumber utama yang memberikan berbagai materi terkait teknik dasar dan keterampilan menjadi pembawa acara (MC), public speaking, etika komunikasi, hingga tata protokoler dalam pelaksanaan kegiatan resmi pemerintahan maupun kegiatan pelayanan gereja.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci” Wamena, Pdt. Kamelius Hisage. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Daerah Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci” Papua Pegunungan, Nikodemus Wanma, Ketua Panitia Youth Camp Baliem Valley, Kamelius Logo, beserta sejumlah pimpinan, pelayan, dan pengurus gereja di jajaran GPI “Jalan Suci” Wamena.
Dalam sambutannya, Pdt. Kamelius Hisage menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya gereja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang komunikasi dan pelayanan.
Menurutnya, kemampuan menjadi MC dan memahami tata protokoler sangat penting dimiliki oleh generasi muda maupun jemaat gereja agar mampu tampil percaya diri dalam memimpin berbagai kegiatan resmi.
“Pelatihan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dan seluruh jemaat agar memiliki kemampuan berbicara di depan umum, memahami tata acara, serta mampu melayani dengan baik dalam berbagai kegiatan resmi, baik di lingkungan gereja maupun pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendorong lahirnya kader-kader muda gereja yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, disiplin, serta mampu menjadi pelayan yang siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun pelayanan kerohanian.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi materi dan praktik yang diberikan. Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi membawakan acara secara langsung di depan peserta lainnya.
Materi yang diberikan meliputi teknik membuka dan menutup acara, penguasaan panggung, penggunaan intonasi suara, sikap dan etika seorang MC, penyusunan susunan acara, hingga tata cara protokoler dalam kegiatan resmi pemerintahan maupun kegiatan gereja.
Peserta mengaku merasa senang dan bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memperoleh banyak ilmu dan pengalaman baru yang dinilai sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan di gereja maupun aktivitas organisasi di tengah masyarakat.
Selain meningkatkan kemampuan public speaking, pelatihan ini juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda gereja agar lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam mengembangkan potensi diri.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Youth Camp Baliem Valley, Kamelius Logo, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan MC dan protokoler tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif dalam membentuk karakter dan kemampuan generasi muda gereja.
“Saya selaku Ketua Panitia Youth Camp sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan MC ini. Gereja bukan hanya bangunan, tetapi gereja adalah komunitas orang percaya, dan masa depan gereja ada di tangan generasi muda,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa pelayanan di gereja tidak hanya terbatas pada puji-pujian ataupun pelayanan mimbar, namun menjadi seorang MC juga merupakan bagian penting dari pelayanan dalam mendukung jalannya ibadah dan kegiatan gereja.
“Seorang MC gereja bukan sekadar pemandu acara, tetapi juga menjadi pengantar jemaat untuk masuk dalam suasana ibadah, menciptakan suasana yang kondusif, dan membangun semangat persaudaraan,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, Kamelius Logo berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, serta memiliki hati yang siap melayani.
“Melalui workshop ini saya berharap peserta dapat belajar teknik berbicara yang efektif, jelas, dan menarik, mampu mengatasi rasa gugup, serta memahami bahwa setiap pelayanan yang dilakukan merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi MC yang baik dan profesional, memahami tata protokoler dengan benar, serta dapat berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan resmi secara tertib, terarah, dan penuh tanggung jawab.
Wamena – Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Demokrat, Fransina Daby, terus bergerak menyalurkan bantuan…
TIOM, 7 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan…
Wamena, 7 Mei 2026 – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan…
Wamena, 7 Mei 2026 — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Deminasu Siep, memimpin…
Mulia. – SMP Negeri Satu Mulia ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP Rayon…
Mulia, Senin 4 Mei 2025 – SD Negeri Mulia menjadi pusat pelaksanaan Ujian Nasional tingkat…