Irene Sokoi, Ibu Hamil Meninggal Dunia, Kepala Distrik Sentani Minta Pertanggungjawaban

- Penulis

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Sentani, Papua – Seorang ibu hamil bernama Irene Sokoi meninggal dunia setelah dirujuk dari Rumah Sakit Yuwari ke Rumah Sakit Dian Harapan. Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Kepala Distrik Sentani, Jack Judson Puraro, M.Sc.

Menurut informasi yang dihimpun, Irene Sokoi dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan karena membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif. Namun, sayangnya, nyawa Irene tidak dapat diselamatkan.

Kepala Distrik Sentani, Jack Judson Puraro, M.Sc., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Saya meminta kepada semua pihak terkait, terutama dinas kesehatan dan pihak rumah sakit, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan dan pelayanan kesehatan yang ada,” ujar Jack Judson Puraro.

Lebih lanjut, beliau meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang dianggap lalai dalam penanganan kasus ini. “Jika ada kelalaian atau kesalahan prosedur yang menyebabkan hilangnya nyawa, tentu harus ada pertanggungjawaban. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Pemerintah Distrik Sentani berjanji akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan sosialisasi pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Sentani dan sekitarnya. Diharapkan, dengan adanya evaluasi dan perbaikan sistem kesehatan, kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja
Delapan Guru Agama di Nduga Lulus PPG, Bukti Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Disambut Bak Juara Nasional, Tim SMAN 3 Kokonao Diarak Ratusan Warga Setibanya di Kampung

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:04 WIT

Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:42 WIT

Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua

Berita Terbaru