Gubernur John Tabo Resmikan Gedung Tongkonan Wamena, Simbol Persatuan Keluarga Toraja di Papua Pegunungan

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 30 Maret 2026-Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, didampingi Bupati Jayawijaya Athenius Murib, secara resmi meresmikan Gedung Tongkonan Wamena pada 30 Maret 2026. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penggunaan gedung secara resmi.

Kegiatan diawali dengan doa syukur yang dihadiri oleh warga Ikatan Keluarga Toraja (IKT) dari seluruh wilayah Papua Pegunungan, termasuk perwakilan dari delapan kabupaten. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Papua Pegunungan, Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ketua MRP Papua Pegunungan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain ibadah syukur, acara juga dimeriahkan dengan panggung hiburan yang menghadirkan penyanyi asal Toraja serta penampilan dari warga IKT setempat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat IKT Kabupaten Jayawijaya. Prosesi ini dilakukan oleh Bupati Jayawijaya Athenius Murib, Ketua MRP Papua Pegunungan Agus Nikilik Hubi, Ketua IKT Jayawijaya Yohanes Tuku, serta perwakilan hamba Tuhan Pdt. M. Lutur, dan disaksikan langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan.

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan masyarakat Toraja yang telah mengabdi di Tanah Papua sejak tahun 1960-an. Ia menilai kontribusi mereka telah memberikan dampak besar bagi pembangunan daerah.

“Puji Tuhan, orang-orang yang datang sejak tahun 60-an telah menanam benih yang baik di tanah ini. Hasilnya hari ini kita rasakan bersama,” ujar John Tabo.

Ia menegaskan bahwa Gedung Tongkonan tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga memiliki nilai adat dan budaya yang kuat sebagai simbol identitas dan kebersamaan.

“Tongkonan ini bukan hanya gedung yang megah, tetapi di dalamnya ada nilai adat dan budaya. Di sinilah akan lahir pemimpin-pemimpin yang menjadi contoh bagi daerah ini,” katanya.

Gubernur juga menekankan bahwa masyarakat Toraja yang lahir dan besar di Wamena memiliki hak yang sama sebagai bagian dari masyarakat Papua Pegunungan.

“Kalian lahir di sini, besar di sini, maka kalian adalah bagian dari tanah ini. Tidak ada yang bisa mengatakan kalian pendatang,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta menjadi teladan bagi komunitas lainnya. “Ikatan Keluarga Toraja harus menjadi contoh yang baik. Kita harus menjadi berkat, menjadi terang dan garam bagi sesama,” lanjutnya.

Menurutnya, pembangunan Papua Pegunungan harus bertumpu pada sinergi antara adat, agama, dan pemerintah. “Dasar pembangunan kita adalah tiga tungku, yaitu adat, agama, dan pemerintah. Tongkonan ini adalah bagian dari kekuatan adat yang kita miliki,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya Athenius Murib dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gedung Tongkonan memiliki nilai sejarah panjang bagi masyarakat Toraja di daerah tersebut.

“Gedung ini sudah direncanakan sejak lama, bahkan sejak tahun 1970-an, dan mulai dibangun pada 1990-an. Namun baru hari ini bisa diresmikan secara resmi setelah melalui berbagai proses,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Tongkonan tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Toraja, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat lintas suku di Jayawijaya.

“Tongkonan ini bukan hanya milik IKT, tetapi juga menjadi tempat kebersamaan bagi seluruh masyarakat. Di sini bisa digunakan untuk kegiatan sosial, budaya, bahkan pemerintahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan lanjutan fasilitas di kawasan Tongkonan, termasuk sekretariat IKT.

“Kami memberikan bantuan awal berupa 100 sak semen sebagai bentuk dukungan agar pembangunan sekretariat bisa segera terwujud,” tambahnya.

Dengan diresmikannya Gedung Tongkonan Wamena, diharapkan keberadaannya dapat menjadi simbol persatuan, mempererat hubungan antar ma

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku
Operasi Damai Cartenz-2026 Gelar Razia Senjata Tajam di Nabire
Pemerintah Kabupaten NDUGA melalui RSUD Elvrida Sara Kenyam Siapkan Dokter Spesialis Asli Nduga Melalui Kerja Sama Dengan UGM

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:46 WIT

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:01 WIT

Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Berita Terbaru