Gandeng Selebgram Jeni Karay, WWF Program Papua Gelar Kelas Publik Speaking

- Penulis

Kamis, 14 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENTANI- World Wide Fund for Nature (WWF) bersama Papua Courses melakukan pelatihan publik speaking yang digelar di Gedung Holey Narey Learning Center WWF Sentani, Pos 7 Atas, Kamis (14/9/2023). Pelatihan ini menggandeng Jeni Karay, Influencer ternama di tanah Papua dan melatih 50 peserta yang terdiri dari staf WWF, mitra WWF, dan peserta umum.

Project Leader Macp World Wide Fund for Nature (WWF) Program Papua, Leo Yembise, mengatakan saat ini WWF Indonesia Program papua dengan kerja konservasi tentunya itu bukan kerja sendiri sebenarnya di lapangan, tapi juga bekerja dengan berbagai mitra.

“WWF berinisiatif membuat pelatihan publik speaking sebab penting sekali untuk membekali diri terutama ilmu dan cara berkomunikasi yang baik dan tepat. Karena target untuk berkomunikasi dengan masyarakat atau dengan orang lain bukan hanya level masyarakat saja, tetapi ada di level pemerintah dan itu multi-level,” ungkapnya.

Pihaknya menyadari, bahwa ada bagian yang menjadi gap kami, bahwa mungkin kami kurang begitu memahami proses bagaimana untuk berkomunikasi yang baik terutama dalam masyarakat.

“Karena kerja-kerja kami itu langsung di lapangan dan berhubungan langsung dengan semua stakeholder. Di kesempatan ini kami senang karena bekerja sama dengan salah satu influencer ternama di tanah Papua yaitu Jeni Karay,” jelasnya

Sementara, Selebritas Instagram Papua, Jeni Karay, mengatakan saya salut banget sama WWF Indonesia Karena mereka punya learning center, yang bisa digunakan untuk siapapun untuk berkegiatan.

“Ini baru pertama kali ada lembaga NGO yang konsentrasi kepeleestarian alam tapi membuka kelas intensive publik speaking dan saya menyambutnya dengan baik karena semua peserta disini bukan dari WWF, tapi ada dari mitra, dari kampung-kampung anak-anak muda, dan peserta umum,” ungkapnya.

Dikatakannya, ia tertarik sekali karena peserta hari ini selain tidak homogen dan semua peserta itu aktif karena ia selalu bilang dari awal, setiap latihan anak-anak muda silahkan keluar dari cangkang ketakutan, jika kalian masih dalam zona nyaman kalian tidak akan mengeksplor hal baru.

“Kebanyakan anak muda dalam publik speaking, mereka tidak begitu tekun, kalau saya bilang setelah dapat pelatihan, mereka merasa nyaman, merasa oke dan sudah, selesai. Publik speaking itu bukan ilmu yang setelah kelas langsung bisa, harus punya keberanian untuk praktek di rumah, praktek di tempat kerja, dan Praktek di kalangan masyarakat,” tambahnya. (Ikbal Asra)

Penulis : Ikbal

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:51 WIT

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Berita Terbaru