Daerah

Festival Sagu: Antara Tantangan & Harapan

(Oleh: Yoseph S. Ukago, SH., M.Si.)

Jayapura, April 2026 – Festival Sagu yang digelar di Jayapura pada akhir April 2026 menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali peran strategis sagu bagi masyarakat Papua. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang budaya, tetapi juga pengingat kuat bahwa sagu merupakan identitas, sumber pangan utama, serta warisan leluhur yang telah menopang kehidupan masyarakat Papua selama berabad-abad.

 

Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk kembali menghargai sagu sebagai pangan lokal yang sehat, bernilai ekonomi, serta memiliki makna sosial yang mendalam dalam kehidupan adat. Berbagai kegiatan seperti pameran olahan sagu, pertunjukan budaya, hingga diskusi tentang ketahanan pangan lokal turut memperkaya pemahaman publik terhadap pentingnya komoditas ini.

 

Namun demikian, di balik semangat pelestarian tersebut, sagu kini menghadapi tantangan serius. Ketersediaan lahan dan kebun sagu semakin terancam akibat alih fungsi lahan yang masif. Sejumlah dusun sagu dilaporkan telah beralih menjadi kawasan perumahan, perkebunan kelapa sawit, hingga masuk dalam proyek-proyek pembangunan berskala besar.

 

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada berkurangnya pohon sagu, tetapi juga mengancam keberlangsungan budaya, sumber penghidupan masyarakat adat, serta kedaulatan pangan Papua. Jika tidak dikendalikan, kerusakan ekosistem sagu berpotensi menimbulkan krisis yang lebih luas, baik secara sosial maupun lingkungan.

 

Karena itu, Festival Sagu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi titik awal gerakan kolektif untuk melindungi kawasan sagu melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat, perlindungan lahan pangan lokal, serta pengawasan ketat terhadap izin investasi yang berpotensi merusak ekosistem.

 

Menjaga sagu berarti menjaga identitas, kehidupan, dan masa depan Papua. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi agar warisan berharga ini tetap lestari dan menjadi fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Kenyam, Kabupaten Nduga — Pemerintah Kabupaten Nduga menyambut kedatangan Kapolres Nduga yang baru, Kompol Erol…

1 jam ago

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

WAMENA — Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian penonton dalam pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem…

16 jam ago

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

WAMENA — Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa, membuka Festival Budaya…

16 jam ago

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

WAMENA, 7 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendukung pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem…

16 jam ago

Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

MAKASSAR – Lima dokter muda asal Kabupaten Nduga resmi diserahkan kepada manajemen Rumah Sakit Universitas…

17 jam ago

Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua

Jayapura, 7 Agustus 2026 — Aroma kopi khas Papua menyeruak di Halaman Kantor Gubernur Papua.…

23 jam ago