Hukum & Kriminal

Emas Papua Barter Sabu, Kawasan Tambang Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

JAYAPURA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua menyebut kawasan pertambangan telah menjadi sasaran empuk peredaran narkotika jenis sabu. Apalagi kawasan pertambangan banyak terdapat di wilayah bumi cenderawasih.

“Kalau ganja umumnya di perkotaan, sedangkan sabu ini cenderung peredarannya di kawasan pertambangan. Kita nggak bilang indikasi karyawan, tapi peredarannya di wilayah itu,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian di Jayapura, Jumat (11/4/2025).

Alfian bilang, efek sabu bagi pengguna, khususnya pekerja dapat memacu semangat bekerja. “Alasannya biar mereka enak saat kerja saja, bisa nyaman kerja, bisa sampai pagi kerjanya,” katanya.

Selain wilayah Mimika, peredaran sabu juga ditemukan di wilayah pertambangan lain. Ia mencontohkan di wilayah Boven Digoel, Papua Selatan. Modus operandinya, pelaku menggunakan alamat palsu dalam setiap pengiriman sabu.

“Sabu-sabu juga terdeteksi masuk Boven Digoel, barang dikirim menggunakan alamat palsu. Kita tahu pelakunya, namun tidak mengakui barang tersebut miliknya,” beber Alfian.

Usut punya usut, transaksi sabu di Boven Digoel dilakukan dengan cara barter menggunakan emas, bukan uang tunai. “Barter emas, tidak uang. Jadi sabu-sabu dibarter emas berapa gram,” terang Alfian.

Untuk pengguna sabu sendiri, Alfian mengemukakan bahwa rata-rata masyarakat non Papua. Sebaliknya pengguna narkotika jenis tanaman ganja, rata-rata pemuda lokal. “Yang kita tangkap selama ini begitu, mereka non Papua untuk sabu,” ungkapnya.

Selain Boven Digoel, peredaran sabu juga ditemukan di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Biak Numfor, Papua hingga Nabire, Papua Tengah. Sementara ganja beredar di Kabupaten Yahukimo, Kota Jayapura, Pegunungan Bintang.

Alfian mengemukakan, sabu masuk ke Papua dari Jakarta, Makassar, Surabaya serta Madura. Ia bahkan menyebut, ada temuan sabu yang masuk dari Malaysia melalui Makassar. “Kalau yang dari Malaysia,” ucapnya.

Selama ini, Papua bukan menjadi tempat tujuan utama bandar sabu, melainkan hanya peredaran. Sementara tujuan utama bandar sabu sendiri adalah kota-kota besar, seperti Makassar, Jakarta, Medan, Manado hingga Riau.

“Papua bukan tujuan utama bandar sabu, tapi pengguna dan peredaran saja,” sambung Alfian menjelaskan. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

3 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

3 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

4 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

1 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

1 hari ago