Daerah

Egianus Kogoya Tanggung Jawab atas Penembakan Dua Tukang di Wamena, Klaim Sebagai Intelijen Militer

Wamena – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Tiga Kowip dan Tiga Belas Batalion TPNPB bahwa, Kami bertanggung jawab atas penembakan dua intelejen militer pemerintah indonesia di Kota Wamena.

Egianus Kogoya melalui video Berdurasi 03:38 , Rabu (4/6/26). Menyampaikan pernyataan sikap untuk para pendatang segera tinggalkan Wamena.

Ia meminta untuk masyarakat pendatang untuk segera meninggalkan Wamena dan kembali ke daerah asal masing – masing demi kenyamanan.

“Sehingga disampaikan kepada seluruh warga imigran indonesia yang bekerja sebagai tukang-tukang diminta untuk segera tinggalkan Kota Wamena jika anda ingin hidup,”kata Egianus Kogeya.

Lanjut, Dua tukang bangunan gereja merupakan Intelijen Militer Indonesia yang menyamar sehingga, melakukan penembakan.

“Bagi kami anda adalah intelejen militer pemerintah indonesia. Dua tukang yang hari ini kami bunuh itu karena kami ketahui gerak gerik mereka yang mencurigakan sehingga kami tembak mati,”ujarnya.

Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan di jadikan tempat perang.

“Maka Wamena sebagai medan perang antara TPNPB dan Militer Indonesia sehingga seluruh warga imigran indonesia segera pulang ke Jakarta,” Pungkas tuan EK sapaan akrabnya.

Ia juga menyinggung terkait video yang beredar di salah satu media di Papua merupakan hoax dan itu permainan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Video yang ada kemarin viral di tempat yang sama kemarin disini, jadi video yang viral itu ya…Indonesia mereka punya alat yang canggih dan banyak jadi kamu menang sudah itu dengan kalian punya alat-alat itu omong kosong itu,”ucapnya.

“Video hoax yang ada kasih keluar itu saya sudah lihat. Ya itu memancing orang jadi saya sudah lihat jadi kasih tinggal. Jadi video propaganda banyak ya itu di tempat yang sama disini. Itu karena Indonesia punya alat banyak jadi ya saya tidak bisa tanggapi itu karena Hoax dan kalian menang dengan alat-alat. Dan banyak hal yang indonesia ada buat untuk orang Papua dimatikan jadi saya tidak bisa menanggapi soal video yang kemarin ada kasih viral itu,”Pungkasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

NDUGA – Pemerintah Kabupaten Nduga menerima penghargaan dalam ajang Mandaya Awards pada kategori Pemerintahan Kabupaten Terbaik…

11 jam ago

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

MULIA, 27 Oktober 2026 – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., secara…

15 jam ago

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

WAMENA – Puluhan warga yang tergabung dalam masyarakat lima wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya, yakni…

15 jam ago

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

WAMENA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayawijaya melaksanakan patroli pencegahan dan penyelidikan tindak…

16 jam ago

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

WAMENA – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Jayawijaya mengimbau siswa-siswi SMKS YAPESLI Wamena untuk…

18 jam ago

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26…

22 jam ago