Egianus Kogoya Tanggung Jawab atas Penembakan Dua Tukang di Wamena, Klaim Sebagai Intelijen Militer

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Tiga Kowip dan Tiga Belas Batalion TPNPB bahwa, Kami bertanggung jawab atas penembakan dua intelejen militer pemerintah indonesia di Kota Wamena.

Egianus Kogoya melalui video Berdurasi 03:38 , Rabu (4/6/26). Menyampaikan pernyataan sikap untuk para pendatang segera tinggalkan Wamena.

Ia meminta untuk masyarakat pendatang untuk segera meninggalkan Wamena dan kembali ke daerah asal masing – masing demi kenyamanan.

“Sehingga disampaikan kepada seluruh warga imigran indonesia yang bekerja sebagai tukang-tukang diminta untuk segera tinggalkan Kota Wamena jika anda ingin hidup,”kata Egianus Kogeya.

Lanjut, Dua tukang bangunan gereja merupakan Intelijen Militer Indonesia yang menyamar sehingga, melakukan penembakan.

“Bagi kami anda adalah intelejen militer pemerintah indonesia. Dua tukang yang hari ini kami bunuh itu karena kami ketahui gerak gerik mereka yang mencurigakan sehingga kami tembak mati,”ujarnya.

Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan di jadikan tempat perang.

“Maka Wamena sebagai medan perang antara TPNPB dan Militer Indonesia sehingga seluruh warga imigran indonesia segera pulang ke Jakarta,” Pungkas tuan EK sapaan akrabnya.

Ia juga menyinggung terkait video yang beredar di salah satu media di Papua merupakan hoax dan itu permainan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Video yang ada kemarin viral di tempat yang sama kemarin disini, jadi video yang viral itu ya…Indonesia mereka punya alat yang canggih dan banyak jadi kamu menang sudah itu dengan kalian punya alat-alat itu omong kosong itu,”ucapnya.

“Video hoax yang ada kasih keluar itu saya sudah lihat. Ya itu memancing orang jadi saya sudah lihat jadi kasih tinggal. Jadi video propaganda banyak ya itu di tempat yang sama disini. Itu karena Indonesia punya alat banyak jadi ya saya tidak bisa tanggapi itu karena Hoax dan kalian menang dengan alat-alat. Dan banyak hal yang indonesia ada buat untuk orang Papua dimatikan jadi saya tidak bisa menanggapi soal video yang kemarin ada kasih viral itu,”Pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat
Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban
Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika
Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas
Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire
PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum
Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona
Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:26 WIT

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:29 WIT

Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:27 WIT

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIT

Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:32 WIT

Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire

Berita Terbaru