Daerah

Diskerindag Jayawijaya Anggarkan Rp 1 M Untuk Pasar Murah, Dilakukan Jelang Idul Fitri dan Natal

WAMENA– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) telah menganggarkan Rp1 miliar untuk kegiatan operasi pasar murah. Langkah ini diambil guna menekan inflasi yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 4,55 persen pada Januari 2025, tertinggi di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Linda CH Wellikin, dalam keterangan di Wamena, Selasa (04/02/2025) menyampaikan bahwa pihaknya bersama beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan upaya untuk menekan inflasi. “Memang sejak tahun lalu hingga awal tahun ini, inflasi di Papua Pegunungan dan Wamena (Kabupaten Jayawijaya) menjadi sampel mengukur inflasi. Kami terus berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk menekan inflasi,” ujar Linda.

Menurut Linda, salah satu upaya yang dilakukan adalah kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Koperasi Disnakerindag dalam gerakan pangan murah. “Kami sendiri diberikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membantu menekan inflasi di Kabupaten Jayawijaya melalui operasi pasar murah,” tambahnya.

Linda menjelaskan bahwa operasi pasar murah telah dilakukan sejak tahun lalu, namun kurang efektif karena masalah keamanan. “Tahun ini, rencana kami gelar operasi pasar murah sebanyak dua kali, yaitu sebelum memasuki bulan Ramadhan dan Natal, serta operasi barang kedaluwarsa yang dilakukan secara reguler,” katanya.

Untuk operasi pasar khusus, pihaknya memberikan subsidi pada barang-barang bahan pokok atau bapok. “Kami bekerja sama dengan pelaku usaha di Wamena dengan mendatangkan barang dan barang itu dijual kembali dengan setengah harga,” ujar Linda. Sebagai contoh, gula di pasaran yang harganya Rp23.000 per liter akan dijual hanya setengah harga menjadi Rp12.500 per liter dalam operasi pasar murah.

“Anggaran untuk subsidi tersebut diambil atau digunakan dari Rp1 miliar yang telah dialokasikan untuk membantu menekan inflasi di Kabupaten Jayawijaya pada 2025,” tambah Linda. Dengan adanya upaya ini, diharapkan inflasi di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, dapat ditekan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Upaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk menekan inflasi melalui operasi pasar murah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Semoga dengan langkah ini, kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau, serta kesejahteraan masyarakat Jayawijaya dapat meningkat.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…

6 jam ago

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…

8 jam ago

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

POTRETPAPUA.COM, JAKARTA – Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi…

1 hari ago

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan…

1 hari ago

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Wamena, 26 Mei 2026 – Sebanyak 24 putra-putri asli daerah asal Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti…

2 hari ago

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Wamena, 26 Mei 2026 – Sebuah langkah bersejarah lahir dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk pertama…

2 hari ago